SINOPSIS The Liar and His Lover Episode 8 Bagian 2



SINOPSIS The Liar and His Lover Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar: tvN

So Rim cs sibuk melakukan photoshoot untuk persiapan album. Semua orang terpesona dengan penampilannya yang berubah ketika mengenakan gaun cantik. Jin Woo masih menolak menyebutnya cantik, tapi matanya berbinar-binar saat melihat wajah So Rim. Gyoo Sun menyuruhnya mengelap air liurnya dulu sebelum berkomentar.

Melihat poster Yoo Na, So Rim berubah kurang percaya diri. Namun Soo Yeon menawarkan agar ia dirias juga. Sayang kalau sudah cantik tapi tidak dipoles wajahnya.

Han Gyeol menggalau, antara dia mau menghubungi So Rim untuk datang ke studio atau meneleponnya dan memainkan musik keras-keras. Mungkin berharap So Rim berubah pikiran kalau mendengar lagunya. Tapi belum sempat menelepon, So Rim sudah meneleponnya duluan. Han Gyeol bersikap sok dingin, ada apa?

So Rim mengajaknya untuk bicara empat mata. Dia sudah ada di depan studionya. Han Gyeol heran, kenapa juga tidak masuk sekalian? Ia pun membukakan pintunya dan membiarkan So Rim masuk. Melihat So Rim mengenakan gaun cantik dan riasan membuat Han Gyeol terpesona.

“Kau marah karena aku menolak menyanyikan lagumu kan? Karena itu kau mengabaikan teleponku. Kau masih marah, ‘kan?”

Han Gyeol bengong memperhatikan wajah So Rim.

“Kenapa kau menatapku begitu? Ah, kau masih marah, kan?”

“Tidak. Tidak. Aku tidak marah. Tapi, kenapa juga kau berpakaian begitu?”


So Rim sedang memilih pakaian yang cocok untuk konsepnya. Apa gaunnya tidak cocok dengannya? Han Gyeol menggeleng dengan polos, cocok sih. Tapi seharusnya kan warna lipstiknya selaras dengan warna pakaiannya (gagal fokus liat bibir So Rim merona begitu).


Melihat ada bass disana, So Rim tahu kalau dulu Han Gyeol memainkan bass. Dia memintanya untuk bermain dihadapannya. Han Gyeol menolak, dia tidak bisa memainkannya. Bass hanya bisa dimainkan dalam band. Kalau Han Gyeol tidak mau, maka So Rim akan mencoba memainkannya sendiri.

So Rim kesulitan dalam memainkan bass hingga Han Gyeol membantu memberikan arahan. Tanpa disadari, jarak diantara mereka sudah sangat dekat. Keduanya bertukar pandangan instens, wajah mereka semakin dekat..


“Aku lewat dan melihat kalian. Apakah aku mengganggu kalian?” tegur Chan Young masuk ke studio.

Han Gyeol memutar matanya dengan sebal, kalau masuk paling tidak ketuk pintu dulu. So Rim yang polos tak mengerti apa-apa, tidak mengganggu sama sekali kok. Chan Young bersyukur kalau memang dia tidak mengganggu. Tapi ada acara apa sampai So Rim berdandan cantik begitu.

Lagi-lagi, Han Gyeol memberikan tatapan sinis pada Chan Young. So Rim tersenyum, dia izin mau ganti baju. Chan Young kembali gombal, sayang sekali, padahal gaunnya cocok sekali dengannya.


Chan Young permisi pergi, tapi dia ingin bicara dengan Han Gyeol. Diluar, Chan Young berbasa-basi melihat Han Gyeol melatih So Rim, sepertinya dia tidak mau kehilangan citranya. Han Gyeol malas mendengar kalimat yang mengisyaratkan peperangan. To the point saja, apa yang ingin dibicarakannya?

Chan Young mendengar kalau Han Gyeol memberikan lagu untuk So Rim. Han Gyeol membenarkan, tapi dia memberikannya tanpa berpikir. Chan Young tidak yakin, ia tahu kalau Han Gyeol melakukannya untuk CEO Choi. CEO Choi belum sepenuhnya menyerah untuk menjadikan Han Gyeol sebagai produser Mush and Co. CEO Choi sengaja merilis berita debutnya saat dia diluar negeri dan sengaja tidak mencatumkan nama produsernya.

“Aku tahu kau kecewa tapi...”

“Ya. Aku tahu kalau So Rim sudah menolak lagumu. Aku akan membayarnya (So Rim). Aku akan membayarnya karena sudah memilihku.” Chan Young menepuk pundak Han Gyeol “Jadi jangan ikut campur lagi.”

Jin Hyuk berdiri dibalik tembok, dia mendengar semua pembicaraan mereka berdua.


Han Gyeol kembali ke studio dan mendengar So Rim tengah menyanyikan lagu ciptaan Chan Young. Seketika ia ingat akan masa lalunya, dengan seenaknya Jin Hyuk menggantikan posisinya dengan Chan Young. Jin Hyuk memuji kemampuannya memproduseri sebuah lagu namun dia tidak profesional dalam bermain bass.

Han Gyeol menghentikan nyanyian So Rim. So Rim terkejut, kenapa? Han Gyeol menatapnya serius, dia tidak melarang So Rim menolak lagunya, tapi dia tidak boleh menyanyikan lagu Chan Young juga.

Yoo Na sudah menantikan kepulangan Han Gyeol di depan rumahnya. Dia segera menghampirinya saat ia pulang, ada yang ingin ia katakan. Ia meminta Han Gyeol untuk memikirkannya sekali lagi untuk memberinya lagu, bisakah dia mempertimbangkannya? Dia membutuhkannya.

“Apa kau tidak malu? Kau harusnya meminta padaku saat kita berkencan. Maka akau akan memberikannya padaku karena aku terbutakan oleh cinta.”

Yoo Na berkaca-kaca, karena saat itu ia sangat mencintai Han Gyeol. Ia khawatir kalau Han Gyeol berfikiran ia tidak mampu menyanyikan lagu ciptaannya. Seperti apa yang ia lakukan pada Crude Play. Malu? Ya, dia malu saat ini. Tapi sekarang, dia tidak khawatir kehilangan apapun. Dulu, hubungan mereka jadi taruhan. Tapi sekarang, hanya harga dirinya yang dipertaruhkan.

“Kenapa kau berusaha sangat keras? Kalau kau kehilangan harga dirimu, kau tidak akan nyaman?”

“Kalau aku jatuh ke lubang, aku tidak akan bisa keluar lagi. Aku sudah cukup tenggelam. Aku pikir aku tidak bisa bertahan lama lagi.”

Keesokan harinya, Han Gyeol menemui Jin Hyuk untuk membahas masalah Yoo Na. Kenapa dia menggantikan posisi Yoo Na dari iklannya? Dia datang memohon bantuan dengan cemasnya. Jin Hyuk memberikan alasan yang simple, perusahaan itu yang meminta wajah baru untuk modelnya. Kalau memang Yoo Na datang meminta lagu, apa Han Gyeol memberikannya?

Han Gyeol terdiam ragu. Jin Hyuk mengungkit penolakan So Rim atas lagu Han Gyeol. Dia menawarkan supaya Han Gyeol memberikan lagu padanya untuk Yoo Na, dan ia akan membiarkan Han Gyeol mendapatkan So Rim. Chan Young sangat keras kepala saat ini, mungkin dia akan kehilangan So Rim kalau membiarkannya.

Jin Hyuk pergi, Han Gyeol masih merenung diatap. Mengingat ucapan Chan Young yang berniat membayar kepercayaan So Rim. Dan betapa kesalnya ia, saat mendengar So Rim menyanyikan lagu Chan Young.


In Woo sedang latihan bersama band session musician-nya Yoo Seok saat Yoon Seok datang tak lama kemudian dan langsung marah-marah pada band-nya karena mereka seharusnya sudah siap saat dia datang, dia tidak punya banyak waktu. Mungkin kesal dengan sikap Yoo Seok, In Woo langsung beranjak pergi, menolak latihan lebih lanjut.


Han Gyeol hendak keluar saat dia melihat Ayahnya di lobi sedang bicara dengan Nyonya Yoo, sedang apa dia di sini? Mereka bertiga lalu duduk bersama. Han Gyeol jelas kesal saat tahu Ayahnya kembali ke Seoul ternyata untuk jadi session musician-nya Yoo Seok. Bisa-bisanya Ayah mau melakukan itu demi orang yang sudah mencuri semua lagunya.

Nyonya Yoo protes dengan kemarahan Han Gyeol. Dia tidak mengatakan apapun saat dia memblokir skandalnya Crude Play, bagaimana bisa dia bersikap seperti ini sekarang. Han Gyeol langsung menyelanya, sama sekali tidak mengerti apa maksud Nyonya Yoo.

In Woo menyela mereka, mengajak Han Gyeol bicara berdua dengannya di luar. Ia berusaha meminta Han Gyeol untuk tenang, tapi Han Gyeol bersikeras ingin tahu kenapa Crude Play melakukan itu. Memangnya apa yang ingin Han Gyeol dengar dari mereka sampai dia semarah ini.

Perusahaan melarang mereka bermain sendiri karena itu hanya akan menghancurkan efisiensi. Mereka hanyalah boneka, lebih mudah membuat uang dengan fokus menjadikan mereka sebagai sebagai bintang. Itulah bisnis industri hiburan. Ini pula cara paling cepat dan mudah untuk memperkenalkan musiknya Han Gyeol.
"Jangan bersikap sok tahu segalanya."

"Tidak. Aku yakin tak ada seorangpun yang berani memberitahukan hal ini padamu sampai sekarang. Tapi..."
"Kalau begitu, haruskah aku juga akan mengatakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan orang lain? Ayah bukannya bebas, tapi ayah tidak punya kepercayaan diri untuk bertanggung jawab terhadap musik ayah. Sama seperti bagaimana ayah meninggalkan ibu dan aku. Aku muak melihat ayah mampir dan bersikap seperti seperti seorang ayah sesuka hati ayah. Ayah berbeda dari Ayah. Bahkan sekalipun aku menjadi orang jahat, aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku."

Han Gyeol langsung pergi ke cafe dan melabrak teman-temannya. In Ho berusaha menenangkannya, lagipula masalah itu sudah ditangani dan artikel itu tidak dirilis. Han Gyeol dengan dinginnya mengklaim kalau dia bertanya bukan karena dia ingin memahami mereka, dia hanya berusaha menghentikan mereka bertindak gila.

Si Hyun kesal mendengarnya, memangnya salah mereka apa? Apa Hna Gyeol bahkan pernah melihat video mereka, apa dia yakin kalau permainan mereka buruk? Kenapa juga Han Gyeol musti melihatnya, dia melihat mereka bermain selama 10 tahun, dia lebih mengetahui permainan mereka lebih baik daripada siapapun. Orang yang memahami musik, pasti bisa tahu ada yang beda.

Si Hyun makin kesal mendengarnya, mereka memang tidak tahu apa bedanya, lagipula mereka tidak akan pernah bisa memuaskan Han Gyeol dan telinganya. Dia tidak merasa cukup baik setiap kali bersama Han Gyeol. Jadi karena itu mereka ingin menghancurkan mereka semua? sinis Han Gyeol.


"Kenapa sebenarnya kau membuat band bersama kami?"

"Karena kita teman!"

"Lalu bagaimana dengan sekarang? Katakan saja yang sejujurnya. Ini cuma pekerjaan, bisnis. Kami tampil dan kau yang membuat musik lalu kami yang membuat uang. Itu saja."

Han Gyeol speechless, sungguh tak percaya mendengar ucapan Si Hyun itu. Kesal dengan reaksi Han Gyeol, Si Hyun menyatakan kalau dia tidak mau lagi menyanyikan lagu-lagunya Han Gyeol. Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan Han Gyeol dengan kesal.


Han Gyeol termenung sedih di sana, teringat masa lalu saat mereka masih nge-band di bar ini. Bahkan saat itu, Han Gyeol memang tak pernah puas dengan permainan teman-temannya yang terkesan asal. Saat dia berusaha memprotes permainan mereka, mereka cuma menanggapinya dengan remeh. Siapa juga yang peduli dengan instrumen, yang penting kan penampilan.

Yoo Na sedang bersama Jin Hyuk yang bertanya-tanya apakah Yoo Na masih marah. Tidak, Yoo Na hanya merasa menyedihkan. Bahkan sekalipun Han Gyeol menulis lagu untuknya? Yoop Na terkejut mendengarnya. 

Jin Hyuk memberitahu kalau Han Gyeol akan menuliskan lagu untuknya. Dia bisa menyanyikannya bersama Si Hyun, itu pasti bisa menarik perhatian. Han Gyeol akhirnya pulang ke rumahnya yang sepi. Ayahnya pun tidak ada di sana.

Bagaimana Jin Hyuk bisa membuat Han Gyeol setuju melakukannya? Apa dia menyetujuinya begitu saja? Jin Hyuk mengaku kalau dia harus menyendera seseorang. Yoo Na seketika kecewa, menyadari So Rim lah sandera yang Jin Hyuk maksud. Dia jadi bertanya-tanya seperti apa So Rim itu sebenarnya sampai-sampai Han Gyeol, Chan Young dan Jin Hyuk memihaknya.

Keesokan harinya, Se Jeong berusaha mengorek informasi dari Gyoo Sun tentang debutnya dan apa lagu debutnya nanti. Gyoo Sun tidak bisa memberi informasi saat ini karena belum diputuskan, tapi dia berjanji akan memberitahu kalau segalanya sudah diputuskan.

Dia lalu pamit karena harus latihan. Tapi saat dia mengembalikan gelas-gelas mereka, Se Jeong memanfaatkan saat itu untuk mencuri ponselnya Gyoo Sun.

Setibanya di tempat latihan, Jin Woo langsung protes karena Gyoo Sun tidak mengangkat teleponnya. Saat itulah Gyoo Sun baru sadar kalau ponselnya menghilang. Memangnya dia dari mana tadi? Gyoo Sun refleks menjawba kalau tadi dia bersama Se Jong.

Dia hendak pergi lagi mau mencari ponselnya, tapi Soo Yeon datang membawakan file beberapa demo kandidat lagu debut mereka dan memperdengarkannya untuk mereka. So Rim mendengar salah satu lagunya adalah lagu ciptaannya Han Gyeol.


Chan Young berjalan ke kantornya Jin Hyuk dan langsung senang saat mendengar Jin Hyuk memutar lagunya. Tapi dengan cepat dia mengganti lagu itu dengan lagu lain. Chan Young langsung bertanya-tanya lagunya siapa itu tadi. Jin Hyuk yakin kalau Chan Young bisa menebaknya setelah memainkan musiknya Han Gyeol selama 5 tahun.

Dia memberitahu kalau kandidat lagu debutnya Mush and co total ada 5 lagu termasuk lagunya Chan Young dan Han Gyeol dan akan dibicarkan dalam rapat eksekutif sebentar lagi. Kesal, Chan Young langsung pergi tanpa mengucap apapun lagi.

Entah apa yang dipikirkan Jin Hyuk. Setelah Chan Young pergi, dia malah memutuskan untuk membuang demo lagunya Han Gyeol lalu memberikan file yang baru dieditnya itu pada Seoo Yeon.


Han Gyeol baru saja selesai menyelesaikan rekaman lagu demo untuk Yoo Na saat Chan Young datang dan langsung to the point mengkonfrontasinya. Apa Han Gyeol puas sekarang setelah memberikan lagunya pada Jin Hyuk. Bukankah dia sudah bilang kalau sejak bertemu So Rim, dia melepaskan harga dirinya hanya demi memperingatkan Han Gyeol untuk tidak ikut campur di antaranya dan So Rim.

Han Gyeol menegaskan kalau dialah yang bertemu So Rim terlebih dulu dan dia duluan pula yang mengetahui suaranya SO Rim, jadi dia punya hak untuk terlibat. Chan Young langsung sinis, mempermainkan perasaan seseorang dengan musiknya, pasti bukanlah masalah besar bagi Han Gyeol. Bukankah maksud Han Gyeol adalah dia akan memanfaatkan perasaan So Rim terhadapnya.

"Bagaimana kalau aku serius?" tanya Han Gyeol. "Bagaimana jika aku bersungguh-sungguh? Jika aku ingin bersamanya dan melakukan apapun bersamanya termasuk dalam musik, apa yang akan kau lakukan?"

"Kau tetap harus menyerah."

Memangnya Chan Young siapa sampai berani menyuruhnya. Han Gyeol tidak akan bisa membuat siapapun bahagia. Contahnya saja, Yoo Na. Yah, mungkin Chan Young benar, tapi tetap saja So Rim lah yang berhak memutuskannya, bukan Chan Young. Lebih baik Chan Young urusi saja urusannya sendiri. Sama seperti bagaimana dia tidak memperbaiki lagunya Chan Young dan membicarakan itu dengan Jin Hyuk.

"Kurasa kau ingin membuat semua orang di sekitarmu jadi merasa menyedihkan seperti itu. Sama seperti Crude Play. Seandainya Jin Hyuk tidak serakah untuk segera merilis lagumu, mereka pasti baru akan bisa debut setelah mendapatkan cukup latihan dan tidak akan menjadi palsu seperti sekarang ini."


Saat dia hendak pergi, dia mendapat sms dari Soo Yeon kalau mereka sudah memilih lagu debutnya Mush and Co. Pada saat yang bersamaan, Han Gyeol juga ditelepon Jin Hyuk yang memberitahu kalau lagu debutnya mush and co sudah diputuskan dan mereka memilih lagunya Chan Young.

Han Gyeol kecewa mendengarnya walaupun dia tetap berusaha menerimanya. Tapi kemudian Jin Hyuk mulai menanyakan lagu untuk Yoo Na. Han Gyeol langsung kesal mendengarnya, emmangnya Jin Hyuk pikir dia apaan, mesin pembuat lagu? Jin Hyuk membenarkannya, dia mesin yang paling efisien.


Han Gyeol makin kesal mendengarnya. Segala sesuatu dalam hidupnya mulai dari pekerjaan, teman, mantan pacar, dan bahkan musik, semuanya berhubungan dengan Jin Hyuk. Jin Hyuk santai, jadi apakah Han Gyeol ingin lepas darinya? Iya, Han Gyeol butuh ruang tanpa Jin Hyuk ataupun musik.

Tapi Jin Hyuk mengingatkan kalau mereka terikat oleh kontrak. Dia tidak punya pilihan jika Han Gyeol tidak ingin meneruskan kontrak dengan mereka, tapi dia tahu kalau Han Gyeol pasti akan kembali... ke tempat dimana musik berada.

"Karena satu-satunya yang paling berharga bagimu adalah musik. Kau hanya bertemu orang-orang melalui musik. Kau akan mencintai dan menyakiti orang-orang sepanjang hidupmu hanya melalui musik."

Air mata Han Gyeol menitik menyadari kebenaran ucapan Jin Hyuk itu.

Setelah mengirimkan file lagunya Han Gyeol ke emailnya Yoo Na, Jin Hyuk bertemu Mush and Co dan memutar demo lagu debut mereka. Jin Woo dan Gyoo Sun langsung antusias, mengenali itu lagunya Chan Young. Tapi Jin Hyuk memperhatikan So Rim tampak murung.


Soo Yeon bertanya-tanya, kenapa dia mengeluarkan lagunya K dari voting. Jin Hyuk beralasan kalau memakai lagunya Chan Young akan bermanfaat jangka panjang bagi So Rim cs. So Rim pun pasti akan menulis lagu nantinya. 

Jadi lebih baik baginya untuk menyanyikan lagu yang bisa dia singkirkan, lagu yang bisa memberinya ide untuk mengubahnya. Karena itulah dia tidak boleh menyanyikan lagunya K yang pastinya akan mereka lindungi.

Han Gyeol termenung teringat ucapan Yoo Na, Si Hyun dan Chan Young. Tapi dia sedikit terhibur saat teringat ucapan So Rim yang pernah berkata kalau dia akan tetap menyukai lagunya Han Gyeol biarpun seluruh dunia membencinya. Tepat saat itu juga, So Rim meneleponnya.


So Rim mengaku kalau hari ini mereka sudah mendengarkan lagu debut mereka, lagunya Chan Young. Han Gyeol berusaha tetap ceria, tapi So Rim tetap bisa mendengar nada depresi dalam suaranya dan dia jadi khawatir karenanya.

"Apa kau mau bertemu? Ayo kita bertemu," ajak Han Gyeol. Sebelum pergi, Han Gyeol terlebih dulu memasukkan versi pertama lagu Waiting for You kedalam USB.


Gyoo Sun memakai ponsenya Jin Woo untuk menelepon ponselnya. Se Jeong mengangkatnya, pura-pura tak tahu kalau ponselnya Gyoo Sun ada padanya dan berjanji mengembalikannya besok di sekolah. Padahal saat itu sedang meretas ponselnya Gyoo Sun dan melihat-lihat riwayat chat-nya.

So Rim tak sengaja bertemu Yoo Na. Dia mau langsung pergi, tapi Yoo Na menanyainya tentang debutnya dan memberitahu So Rim kalau album barunya nanti akan diproduseri oleh Han Gyeol, bahkan memperdengarkan lagu demonya pada So Rim. Baru awalnya saja, So Rim langsung mengenali lagu itu.

"Kau pasti mengenali lagu ini. Ini salah satu kandidat lagu debutmu, bukan? Han Gyeol yang menulisnya. Kuharap kau tidak merasa tersinggung karena aku menyanyikan lagu ini."

Setelah mengetahui hal itu, So Rim langsung membasuh wajahnya dengan frustasi, tidak mengerti kenapa harus lagu itu yang diberikan pada Yoo Na.

Saat bertemu Han Gyeol, dia terus menerus mengaca, melihat matanya yang tampak masih sembab. Han Gyeol mengira kalau dia mengaca biar jadi cantik, tapi malah melihat mata So Rim seperti habis menangis. Ada apa? Siapa yang sudah membuatnya bersedih. So Rim cuma tertawa garing, Han Gueol langsung mengerti, dialah penyebabnya.

"Kenapa harus lagu itu?" tanya So Rim. "Kau bilang lagu itu kau tulis untukku. Tapi kenapa kau memberikannya pada Yoo Na?"


Awalnya, Han Gyeol tidak mengerti apa maksudnya. Tapi kemudian dia mulai paham. Apa So Rim tidak suka jika dia memberikan lagu itu untuk Yoo Na? Iya, So Rim sangat tidak menyukainya. Tapi saat Han Gyeol bertanya apakah dia mau menyanyikannya kalau begitu, So Rim malah ragu, dia kan sudah bilang kalau dia tidak bisa sekarang. Tidak masalah biarpun So Rim tidak debut dengan lagu itu, dia cukup bilang kalau dia akan menyanyikannya.

"Aku kan sudah bilang, aku sudah janji pada Chan Young oppa."

"Bagaimana jika kau tidak akan pernah bisa melihatku lagi, kecuali jika kau menyanyikan laguku? Bagaimana jika kau tidak bisa bertemu lagi denganku? Apakah kau akan melupakan janji itu dan memilihku?"


So Rim langsung berkaca-kaca tanpa bisa memberi jawaban. Han Gyeol kecewa, karena inilah dia tidak suka dengan wanita yang menyanyi. Pada akhirnya dia selalu menyakiti siapapun yang berhubungan denganku melalui musik. Dia memberikan USB-nya ke tangan So Rim sebelum pergi, "Aku membawa ini karena aku ingin berubah. Tapi pada akhirnya ettap sama. Kau boleh memiliki ini. Lagipula kau tidak akan pernah mendengarkannya."

Dia langsung pergi meninggalkan So Rim. Tapi setelah cukup jauh, dia mulai ragu dan akhirnya berlari kembali mencari So Rim.


So Rim berjalan pulang. Chan Young tiba-tiba menghadangnya di tengah jalan. Dia datang untuk bertemu orang yang disukainya, tapi malah mendapati So Rim bersedih. So Rim berusaha menyangkalnya, tapi pada akhirnya tangisnya pecah. Chan Young pun langsung menarik So Rim kedalam pelukannya.

Dan tepat saat itu juga, Han Gyeol melihat mereka. Kata-kata Jin Hyuk pun kembali teringat, bahwa dia akan mencintai dan melukai orang-orang terlibat dengannya melalui musik sepanjang hidupnya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "SINOPSIS The Liar and His Lover Episode 8 Bagian 2"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^