SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 1



SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 1
Sumber gambar: jtbc

Seol Woo dalam perjalanan menuju ke suatu tempat.



Sekretaris Jang melaporkan sesuatu pada Sun Jae. Sun Jae tampak sangat murka dan langsung menamparnya dihadapan semua koleganya. Kalau dia mengambil uangnya, harusnya ia bisa menyelesaikan tugasnya!

In Soo dengan hati-hati bertanya, ada masalah apa?

“Cari tahu sendiri. Aku harap dunia ini menjadi dunia bagi orang yang menghabiskan uang merasa mendapatkan hasil.” Ujar Sun Jae kemudian meninggalkan ruang pertemuan.



Dong Hyun menemui Un Gwang dan Do Ha untuk menanyakan kondisi mereka. Keduanya baik-baik saja. Dong Hyun lega, ia mengembalikan tas milik Do Ha kemudian meminta memberikan tanda tangan.

Un Gwang menerimanya dengan senang hati mengira tanda tangan yang dimaksud Dong Hyun adalah tanda tangan biasa. Ia mengernyit tak mengerti melihat kertas bertulis Perjanjian Kerahasiaan.



Dong Hyun menjelaskan bahwa mereka berdua baru saja terlibat dalam hal yang menyangkut keamanan nasional.  Ini adalah rahasia tingkat tinggi yang tidak boleh dibocorkan kepada pihak luar.

Un Gwang enteng ingin menandatanganinya kalau memang ini menyangkut rahasia negara. Namun Do Ha menolak, dia tidak mau kalau belum mendengar penjelasan langsung dari Seol Woo. Bukankah dia juga ada di rumah sakit? Dong Hyun rasa itu akan jadi masalah.



Namun pada akhirnya, Dong Hyun mengantar Do Ha ke tempat persembunyian Seol Woo. Do Ha berbasa-basi menanyakan kondisi Seol Woo, dia terluka, harusnya dia berada di rumah sakit. Seol Woo baik-baik saja, lukanya sudah dirawat. Ia malah terlihat lebih khawatir melihat luka di pergelangan tangan Do Ha.

Do Ha mengaku mengalami hal mengerikan hari ini, tapi tidak ada yang mau menjelaskan padanya. Seol Woo meminta maaf, dia sudah melihatkan Do Ha dalam masalah ini. Bukan itu.. Do Ha tak ingin Seol Woo meminta maaf, tapi jelaskan saja padanya apa yang sebenarnya terjadi. Ia akan tanda tangan persetujuannya setelah itu dan ia ingin tahu tentang identitas Seol Woo. Apa benar kalau dia adalah agen rahasia BIN?


Ya, jawab Seol Woo. Menjadi bodyguard hanyalah samaran dan ia tengah menjalankan sebuah misi. Dia tak bisa menjelaskan lebih detail lagi. Tapi yang terpenting, misinya sudah dicabut dan ia akan segera pergi.

Do Ha sungguh terkejut mendapatkan jawaban Seol Woo. Jadi waktu yang mereka habiskan bersama selama ini padanya hanyalah kebohongan dan penyamaran?


Seol Woo memang harus sering berbohong dan hidupnya penuh kekerasan. Do Ha adalah orang yang berbahaya untuknya. Jadi dia meminta Do Ha untuk menandatangani persetujuannya.


Bukan masalah bagi Do Ha untuk menandatangani persetujuannya, dia akan menjaga rahasianya. Tapi dia meminta supaya mereka bisa bicara lagi besok. Ia yakin hari ini adalah hari yang melelahkan untuk mereka. Ia menyuruh Seol Woo beristirahat.


Sepanjang perjalanan pulang, Do Ha masih terus terdiam. Un Gwang hati-hati bertanya apakah dia sudah berbicara baik-baik dengan Pengawal Kim? Do Ha mengiyakan, mereka akan berbicara lagi besok. Banyak sekali hal yang terjadi hari ini, Seol Woo juga terluka dan harus istirahat.

Do Ha mengucapkan terimakasih pada Un Gwang. Un Gwang balik berterimakasih karena Do Ha sudah selamat.


Un Gwang terdiam tidak enak pada Do Ha. Ia ingat akan pembicaraannya dengan Seol Woo. Ia tanya apa yang akan Seol Woo lakukan setelah semua ini? Seol Woo dengan enteng mengatakan kalau ia akan menghilang.

“Terimakasih, kawan. Jaga janjimu.” Ujar Un Gwang. Seol Woo mengangguk meskipun sangat jelas ada gurat kesedihan di wajahnya.


Dong Hyun berterimakasih atas tindakan Seol Woo yang membuat masalah dimana-mana dan Tae Ho juga harus di investigasi. Seol Woo rasa ia sudah menyelesaikan tugasnya menjadi bodyguard dan ia mendapatkan cincinnya. Tidak tepat kalau semuanya dianggap gagal.

“Jadi kau menganggap kalau kau sudah melakukan hal yang benar? Lalu bagaimana dengan Do Ha?”

Seol Woo terdiam sejenak, “Aku sudah membuatnya tanda tangan persetujuan.”


Dong Hyun kira Seol Woo bertingkah aneh dan ini bukan seperti dirinya. Ia memberikan pulpen perekam miliknya, ia sudah menghapus surat pengundurannya atas misi ini. Seol Woo tidak bergeming dari keputusannya, dia akan melakukan misi Black Auction mulai besok.

“Kau tahu kalau misi ini bernilai 5 juta dollar?”

Seol Woo tak perduli, “Lantai pertama sudah terungkap, tangani itu untukku.”


Ayah menyambut kepulangan Do Ha dengan cemas. Apa yang terjadi padanya? Dia tak bisa menghubunginya sepanjang hari. Do Ha kelihatan sangat lelah, ada sesuatu yang terjadi. Ayah mengira kalau Do Ha punya masalah dengan Seol Woo, apa perlu dia memarahinya?

Do Ha membahas masalah cincin yang diberikan ayahnya, jaksa sudah mengambilnya. Jadi lupakan saja cincin itu. Ayah terkejut, bagaimana bisa dia melupakannya? Mereka harus membeli apartemen untuk pernikahan Do Ha.


“Itu bukan milikmu! Kau tahu betapa berbahayanya itu? Aku tidak butuh apartemen. Jadi berhentilah!”



Malam harinya, Do Ha dan Seol Woo sama-sama tidak bisa tidur. Keduanya mengenang kembali moment berharga mereka selama ini. Mulai dari pertemuan pertama mereka dimana Seol Woo mengatakan kalau Do Ha cantik. Pertemuan itulah yang membawa keduanya ke pertemuan-pertemuan lain sampai mereka menjadi sepasang kekasih.


Esok paginya, Seol Woo sudah bersiap menggunakan setelan jas rapi. Ia menggunakan cincin yang sudah berhasil ia dapatkan. Namun begitu ia mengecek CCTV, di depan rumah, Do Ha sudah mondar-mandir menunggunya.


Do Ha melihat pintu rumah Seol Woo terbuka, ia pun memutuskan untuk masuk namun rumah itu tampak sangat kosong. Ia coba menghubungi nomornya, tapi nomor Seol Woo sudah tidak aktif lagi. Angkatlah, masih ada sesuatu yang harusnya ia katakan padanya.

Apa dia benar-benar akan pergi? Kalau dia berbohong, setidaknya ia mengucapkan maaf. Kalau dia menyelamatkan nyawanya, biarkan ia mengucapkan terimakasih. Do Ha menangis pedih mengetahui Seol Woo mungkin sudah meninggalkannya.


Seol Woo memalingkan wajahnya melihat tangisan Do Ha. Ia pun memutuskan untuk mematikan layar CCTV-nya.


Dirumahnya, Un Gwang sedang menyuruh Manager Jang untuk memasang koyo di pundaknya. Sul Ah dan Jung Hye datang, mereka mengira kalau Un Gwang baru terlibat perkelahian. Mereka pun bersiap untuk berangkat ke tempat syuting, tapi kemana Pengawal Kim?

“Dia keluar.” Jawab Un Gwang.



Manajer Jang membuat kontak mata pada Sul Ah dan Jung Hye, salah paham mengira kalau Un Gwang baru berkelahi dengan Seol Woo. Un Gwang kesal, ia meyakinkan kalau ia tidak terlibat perkelahian dengannya. Sul Ah dan Jung Hye maklum, dia tidak akan mengatakan pada siapapun kok.

Un Gwang tidak terima soalnya mereka menuduhnya kalah saat berkelahi dengan Seol Woo. Dia menunjukkan jurusnya kalau sampai ada yang memukulnya. Ketiganya bengong dengan reaksi berlebihan Un Gwang, makin yakin kalau Un Gwang pasti kalah saat adu fisik dengan Seol Woo.


Seol Woo pergi ke bandara dan seorang wanita sudah menunggunya. Keduanya tampak sudah kenal dekat dan saling berpelukan, wanita itu juga memanggil Seol Woo dengan sebutan Agen K.



Dong Hyun mengatakan pada Tae Ho kalau Seol Woo sekarang sudah mulai menjalankan misi kayu ukir yang kedua. Tae Ho menyuruh Dong Hyun untuk meminta Seol Woo lebih berhati-hati, misinya menjadi bodyguard sudah menyebar luas. Ia yakin Infantri Baek juga ada di Black Auction. K sedang tidak seperti dirinya sendiri.

Dong Hyun yakin kalau Seol Woo sudah kembali seperti semula. Bagaimana dengan invetigasi Tae Ho? Tae Ho mengaku masih di investigasi, tapi mereka tidak bisa menemukan bukti apapun. Apa Dong Hyun menemukan sesuatu dari Ki Chul?

“Tidak. Dia tidak mau buka mulut sama sekali.”


Ki Chul masih terperangkap di ruang investigasi. Seorang pengacara menemuinya untuk menyampaikan pesan dari Sung Jae, dia menyuruh Ki Chul menangani kegagalannya sendiri. Ia menyarankan supaya Ki Chul tidak buka mulut kalau masih ingin hidup.

Diam. Ki Chul meremas tangannya sendiri dengan marah. Dia sadar kalau dirinya sudah dibuang.


“Aku tidak butuh anjing pemburu yang tidak bisa memburu.” Ucap Sung Jae pada In Soo.

In Soo ragu, kalau mereka membuangnya seperti itu, mungkin dia akan balik mengginggit tuannya. Anjing pemburu tak berguna harusnya dimasukkan dalam panci dan merebusnya. Sung Jae tertawa, dia sungguh kejam.

In Soo berkata kalau ia akan segera mengganti posisi Ki Chul. Namun Sung Jae menolaknya, tidak ada gunanya lagi melakukannya secara diam-diam. Ia harus melakukan apa yang kakeknya lakukan. In Soo khawatir, jika mereka melakukannya terang-terangan makan Songsan akan hancur.


Sung Jae tersenyum, In Soo akan menjadi presiden dan memperbaikinya (Songsan). In Soo terdiam mendengar ucapan Sung Jae, seolah dia punya ide sendiri dalam otaknya.


CEO Ji menemui Un Gwang dengan terburu-buru setelah mendengar gosip perkelahiannya. Un Gwang menyangkal, orang-orang menyebarkan rumor tidak berdasar. Dia tahu kan bagaimana kemampuan perkelahiannya. CEO Ji meragukan omongan Un Gwang, Pengawal Kim pasti merasa lega dan senang atas dirinya sendiri.

Un Gwang kesal sampai ingin menendang CEO Ji. CEO Ji penasaran dengan alasan pengunduran Pengawal Kim, apa ada hubungannya dengan Songsan? Ada rumor mengatakan kalau Songsan ikut andil dalam filmnya. Sangat sulit menemukan investor untuk filmnya, mereka harus memikirkan skenario terburuk yang akan terjadi.



“Apa kita akan membatalkan filmnya?”

Tidak, CEO Ji berniat mengundurnya sebentar. Un Gwang mendapatkan tawaran film lain, dia bisa mengerjakan projek itu dulu. Un Gwang tidak mau, film ini tetap akan dirilis dan menjadi sukses. Ia bisa menyediakan biaya produksinya sendiri kalau memang benar-benar tidak ada yang mendanainya. CEO Ji senang mendengarnya.


Do Ha masuk ke ruang Un Gwang dengan senyum dipaksakan. Dia memberitahukan kalau Un Gwang harus melakukan fitting. Un Gwang tidak menyangka dia datang, ia kan sudah menyuruhnya libur. Do Ha cuma tersenyum getir.


Nona Cantik yang ditemui oleh Seol Woo dibandara tengah menggandeng seorang pria tua menuju ke sebuah hotel. Pengamanan disana begitu ketat dan mereka memperhatikan gerak-geriknya. Begitu sampai ke resepsionis, Nona cantik itu memberikan pasport kewarganegaraan china.

Resepsionis mengatakan sesuatu pada atasannya dan Manager hotel langsung menghampiri mereka. Ia mengecek cincin yang digunakan oleh pria itu menggunakan sebuah alat, setelah diketahui benar kalau cincin itu asli, ia memberikan sebuah kotak bertulis ‘Black Auction’.


Keduanya pun masuk ke dalam kamar. Pria tua segera melonggarkan dasinya dan melepaskan topeng yang ia gunakan. Pria tua itu rupanya adalah Seol Woo. Seol Woo bergegas mengganti pakaiannya kemudian melihat kotak hitam yang baru ia dapatkan, didalamnya terdapat sebuah kartu.

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 1"

  1. Bak puji... Makasih,, ud c4 bnget updatenya.
    Bleh minta sinopx chicago typewriter dlnjutin donk??? Bak puji bisa kaaaan. Pliiiis­čśÖ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilanjut kok mba sama mba imma, lagi nunggu ep 7-2 dia. ntar episode 8-nya baru aku.. hehe

      Hapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^