SINOPSIS Man to Man Episode 14 Bagian 1



SINOPSIS Man to Man Episode 14 Bagian 1
Sumber gambar: jtbc


Mi Eun tidak menyangka Seol Woo akan datang secepat itu padanya. Seol Woo sudah bisa memastikan setelah ia mengingat fakta kalau Mi Eun yang sudah memasukkannya menjadi pengawal Un Gwang. Mi Eun pasti sudah tahu kalau ia adalah anggota ghost dan ia mengenal orang-orang terdekatnya pula.

Ia tahu hilangnya rekaman Anggota Kongres Baek. Dan setelah ia tahu Mi Eun datang ke katedral Annam setiap hari senin, ia bisa memastikan dugaannya. Robert Yoon adalah pembimbingnya bukan?

“Dia orang yang baik. Dia pendukungku sejak aku masih muda.”


Flashback


Mi Eun menganggap tawaran Agen Yoon cukup menarik, daripada dia harus minum dengan lelaki kaya atau menjadi istri simpanan. Agen Yoon memastikan kesungguhannya, ia bisa menyerah kalau ingin punya keluarga normal. Lupakan pembicaraan mereka kali ini.

“Aku menjadi seorang aktris karena itu pekerjaan dimana semakin aku berbohong semakin aku dicintai. Tapi penawaran Ahjussi sepertinya lebih menarik. Apa yang harus kulakukan?”

Agen Yoon menyuruhnya mengorek informasi dari Keturunan Songsan Grup, Mo Seung Jae. Tanpa pikir panjang, Mi Eun langsung menerima tugas tersebut, dia akan coba merayunya.
Flashback end


Seol Woo bertanya apa yang sebenarnya Mi Eun inginkan? Dia yakin kalau sms -nya itu bohong. Kalau hanya mengingkirkan Anggota Kongres Baek, ia yakin, Mi Eun sendiri bisa melakukannya.


Sebenarnya, yang hilang bersama rekaman itu adalah informasi tentang agen Ghost generasi pertama. Itulah yang dicari mati-matian oleh Yoon Ahjussi. Seol Woo berkata, apakah dia ingin membalaskan dendam Agen Yoon?


Bukan itu saja, jawab Mi Eun. Kalau mereka tidak bisa menemukan informasi itu, orang-orang disekitar mereka dalam bahaya.  Mereka harus menemukan rekaman itu karena Plan B –nya Tae Ho tidak akan berhasil.

Baiklah, sekarang mereka harus mencari dulu hal yang saling mereka butuhkan. Seol Woo memintanya supaya menemukan sesuatu yang ditinggalkan oleh Ketua Mo Byung Do ke Mo Seung Jae, cucunya. Ia tak tahu apa itu, tapi dia rasa petunjuk tentang di mana rekaman yang hilang itu ada disana.


Dong Hyun heran kenapa Tae Ho tidak mau membicarakan soal Mi Eun dengannya. Tae Ho ingin memegang teguh pada aturan, menjaga kerahasiaan tentang agen lain yang tidak terkait langsung dengan misi.

Yah bagaimana lagi, Dong Hyun paham betul dengan gaya Tae Ho itu. Lalu apakah targetnya Song Mi Eun adalah Mo Seung Jae? Tae Ho membenarkan, tapi masalah muncul setelah dia jatuh cinta pada Un Gwang.



Kecelakaan yang dialami Un Gwang didalangi oleh Mo Seung Jae. Saat itu, dia, Agen Yoon dan Mi Eun bertemu di Katedral Annam. Tae Ho sungguh kesal karena kekacauan yang disebabkan olehnya.

Agen Yoon dengan sabar menawarkan supaya Mi Eun keluar dari misinya. Mi Eun pun secara resmi mengundurkan diri dari BIN dan menikah dengan Mo Seung Jae.



“Amankah bekerja menjalankan misi bersamanya?” tanya Dong Hyun.

Tae Ho tidak bisa memastikan, tapi kalau memang dia menawarkan diri, mungkin akan ada gunanya. Yang terpenting mereka harus berhati-hati. Ia meminta maaf soalnya mengundurkan diri dari misi ini.

Dong Hyun tidak mempermasalahkannya. Mereka bukan lagi kolega, memangnya apa yang akan ia lakukan setelah jadi pria setengah baya yang menganggur? Tae Ho belum memastikan rencananya, mungkin dia akan menghilang.


Dong Hyun agak mengerti dengan kisah Mi Eun sekarang, tapi kenapa dia diam saja saat mengetahui mereka mengumpulkan ukiran kayu? Seol Woo yakin kalau Mi Eun selalu mengawasi mereka. Dan saat mengumpulkan ukiran kayu ke-tiga, dia mulai menekan Tae Ho.


Dia orang yang menakutkan, komentar Dong Hyun. Setelah melepaskan tugasnya, dia masih melanjutkan misinya. Seol Woo menganggapnya sebagai seorang yang realis, dia menggunakan kecantikan dan pesonanya sebagai senjata serta pertahanan.


Dia dulunya anak yatim-piatu yang hanya tahu caranya bertahan hidup. Seperti orang amazon yang mencari cara hidup di hutan. 

Saat kecelakaan Un Gwang tujuh tahun yang lalu, dia mencoba mencari cara bertahan dan melindungi orang lain dengan menikahi Mo Seung Jae. Bukan karena uang, melainkan ada hal sangat berharga yang harus ia lindungi.


Sharon mendengar kalau Mi Eun sekarang menjadi Ketua Yayasan Beasiswa. Padahal dulu katanya hal semacam itu sangat palsu bagi konglomerat. Yah, Mi Eun melakukannya karena ini sangat mempengaruhi Jae Young.

“Bukankah itu sebagai sumbangan untuk masyarakat?”

“Mereka bilang mereka membutuhkannya dan memastikan keberhasilan jabatan nanti.”



Sharon tak menyangka kalau Mi Eun akan menceritakan hal se-rahasia itu padanya. Mi Eun menyesap kopinya dengan santai, hanya Sharon yang bisa ia ajak bicara selama ini. Ia akan melakukan pertemuan dengan seseorang besok, bukan dengan Tae Ho, bisakah dia membantunya?


Un Gwang melihat helm yang digunakan Ayah, apa sekarang dia menjadi tukang pengantar makanan? Ayah berbisik berkata kalau dia sekarang sedang menjalankan tugas negara. Ada jaksa yang bernama Lee Dong Hyun, dia bekerja sama dengannya.


Jaksa Lee Dong Hyun? Un Gwang juga mengenalnya dengan baik, apa perlu dia menghubunginya?


“Tidak perlu. Kau tidak boleh menceritakan tentangku kepadanya. Karena ini proyek rahasia.”

Ayah melihat ukiran kayu milik Un Gwang. Bukankah harusnya ada tiga? Tiap harga ukiran kayu itu senilai 3 juta dollar. Kalau dia punya lengkap tiga-tiganya, harganya bisa mencapai 10 juta dollar. Un Gwang kaget, benarkah?



Wkwkwkw. Di hari berikutnya, Un Gwang dengan penuh kepura-puraan meminta pada Seol Woo kalau dia lebih menginginkan ukiran kayu ke-tiga daripada 5 juta dollar. Dia akan hidup dengan sederhana bersama si kembar 3 Buddha.

Seol Woo memberikan tatapan penuh kecurigaan. Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkannya. Un Gwang tidak masalah, dia sudah merenungkannya beberapa waktu ini dan dia bisa menunggu selama waktu itu.

Ngomong-ngomong, Apa Seol Woo tahu kalau Ayah sedang bekerja sama dengan Jaksa Lee Dong Hyun? Tidak, jawab Seol Woo. Un Gwang sudah menduganya. Tapi tingkahnya kelihatan aneh, jadi dia meminta Seol Woo supaya mencari tahu tentang hal itu. Seol Woo pun mengiyakan.


Do Ha berseru kagum saat menonton sesuatu di laptop. Seol Woo cuma bisa tersenyum, apa menarik? Do Ha membenarkan dan berapa kira-kira jumlah uangnya.


Bukan drama, ternyata mereka sedang menonton rekaman CCTV. Seol Woo menontonnya dengan jeli, “Karena dulu itu 10.000 won, maka sekarang nilainya 100 juta won per koper. Ada dua koper, jadi 200 juta won.”

Do Ha yakin uang sebanyak itu sudah bisa membuat seorang pria berintegritas tergiur. Tapi dia yakin kalau ini tugas barunya? Seol Woo membenarkan, masih banyak rekaman yang harus di tinjaunya. Ini sangat cocok untuk misi sepasang kekasih mereka.


Seol Woo menghentikan rekaman CCTV-nya dengan tiba-tiba, “Ketemu. Ruang rahasia di dalam ruang rahasia yang terekam dalam video ini.”


Dong Hyun bertemu langsung dengan Direktur BIN di tengah jalan. Direktur BIN menanyakan kabar Dong Hyun selepas keluar dari BIN. Dong Hyun mengaku kalau istrinya selalu merengut karena gajinya lebih sedikit. Tapi katanya dia merasa lebih tenang sekarang.

Direktur BIN yakin kalau Dong Hyun sudah dengar tentang pengunduran diri Tae Ho. Apakah K masih menjalankan misinya? Dong Hyun membenarkan. Mereka menduga kalau rekaman yang hilang adalah tentang agen Ghost generasi pertama.



Direktur BIN mengintruksikan supaya Dong Hyun melaporkan perkembangan misi ini langsung padanya. Dong Hyun heran, apa tidak ada yang menggantikan posisi Tae Ho. Direktur BIN menganggap ini sebagai masalah sensitif. Dia tidak yakin soal mengajak orang baru, sementara misinya masih dalam proses.

“Baiklah.” Jawab Dong Hyun.


Seol Woo menunjukkan gerak-gerik Ketua Mo saat mematikan kameranya. Orang secara naluriah melihat ke arah alat perekam saat mematikannya. Tidak ada apa-apa di dinding yang dia lihat jadi ruang rahasia pasti ada di belakangnya.

Do Ha heran, bagian itu tidak kelihatan di video, bagaimana dia tahu kalau disana tidak ada apa-apa? Seakan-akan dia pernah melihatnya sendiri disana. Seol Woo mengaku kalau dia pernah menyelinap kesana menggunakan tangan kosong. Disekitar lantai 42, angin terlalu kuat dan..



Do Ha membentak khawatir, dia memanjat menggunakan tangan kosong ke lantai 42?

Seol Woo tertawa menunjuk Do Ha, “Tapi aku melihatnya di gambar. Aku melihatnya di gambar.”

Do Ha merengut karena Seol Woo sudah menakut-nakutinya. Jantungnya sudah berhenti dan dia mengatakan kalau semuanya hanya candaan. Seol Woo khawatir, apa dia marah?

Do Ha balas menunjuk Seol Woo sambil tertawa, “Kena kau. Kena.”



Seol Woo merengut. Do Ha khawatir mengira kalau Seol Woo marah. Seol Woo berubah tersenyum, mana mungkin dia marah. Do Ha lega, mana bisa mereka bertengkar dalam situasi hidup dan mati?

“Itu tidak akan pernah terjadi.”

“Jangan lakukan apapun yang akan membuatku khawatir, ya?”

“Tentu.” Janji Seol Woo.



In Soo bertemu dengan seorang nenek yang sangat ia hormati itu. wah.. dia seorang senior ghost. In Soo memperkenalkan dirinya sebagai Agen I. Nenek sepertinya pernah mendengar tentang Agen I.

Sebenarnya, ini bukan alasan mereka menciptakan Agen Ghost. Dulu, Mo Byung Ho sangatlah penurut. Tapi cucuknya sangat menyebalkan? Apa In Soo sudah menemukan rekamannya?


In Soo belum berhasil menemukannya. Nenek pikir mereka dalam bahaya sekarang. In Soo memintanya untuk memberikan kesempatan.

“Gawat ini. Jika kami membantumu, uang yang masuk ke yayasan akan diberikan ke kau lagi dan kau akan memberi pelajaran pada cucunya Mo Byung Do itu. Kau yakin soal itu?”

“Aku akan menanganinya.”


In Soo kembali bertemu dengan Seung Jae. Ia ingin menyampaikan orang yang sepihak dengannya. Secara teknis, uang satu juta dollar milik Ketua Mo bukanlah milik Songsan tapi milik mereka. Jadi buatlah ia menjadi Ketua Yayasan dibandingkan istrinya, maka ia yang akan mengurusnya.


Seung Jae cuma meringis remeh. Para tua bangka yang diceritakan kakeknya ternyata masih berumur panjang. Namun Seung Jae dengan enteng ingin menjadikan dirinya sebagai penggati In Soo. Debutnya, dia akan ikut pemilu menggantikan In Soo. Jadi dia tidak membutuhkan bantuannya.


In Soo merasa Seung Jae sudah meremehkan pendukungnya. Seung Jae pikir penjamuan pada para tua bangka itu sudah berakhir. Dia tidak mau melakukan transaksi yang lebih kotor lagi. Baiklah, In Soo anggap negosiasi terakhir mereka gagal. Dia akan memberitahukannya pada mereka.


Tak lama kemudian, In Soo sudah keluar meninggalkan gedung Songsan. Disana, ada seseorang yang terus memperhatikan gerak-gerik In Soo. Rupanya pria itu adalah Ayah, sepertinya dia ditugaskan untuk memata-matainya.



Mi Eun melakukan pertemuan dengan Seol Woo ditempat Sharon. Seol Woo menunjukkan penemuannya tentang kemungkinan ruang rahasia Songsan. Mi Eun tidak yakin karena dinding itu cuma dinding biasa, tapi dia akan memeriksanya.

Seol Woo bertanya apakah Mo Seung Jae termasuk dalam misi ini. Mi Eun tidak memastikannya, tapi tidak ada bukti rekaman suaminya. Seol Woo tidak yakin bisa menjatuhkan kekuatan gelap yang Mi Eun maksud tanpa menjatuhkan Songsan. Karena Songsan-lah yang mengelola dana gelap itu.

“Aku ini ketua yayasan yang digaji dengan dana gelap itu. Aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkannya sesuka mereka.”


Di kantor, Mi Eun menyarankan supaya Seung Jae melimpahkan masalah dana gelap itu pada orang yang ia percayai dan jangan ikut campur. Seung Jae rasa itu adalah masalah utamanya. Kakeknya tidak pernah mempercayai siapapun dan selalu menyelesaikan masalahnya sendiri.

“Caranya?”


Seung Jae menunjukkan remotenya kontrol kameranya dan seketika dinding di bawah lukisan Ketua Mo terangkat. Disanalah tempat server rekaman CCTV-nya.

Dia berkata, “Yang paling penting soal uang adalah bagaimana kau menghabiskannya. Sangat penting tak usah mengurusi rekaman yang akan kau berikan ke orang. Rekaman itu menjadi remote control yang menggerakkan kekuasaan.”


Seung Jae kemudian menunjukkan letak ruang rahasianya. Kakeknya menceritakan hal ini ketika membangun gedung Songsan. Mi Eun tidak tahu kenapa Seung Jae menceritakan tempat rahasia ini padanya, bukankah dia bilang, hanya dia yang mengetahuinya?

“Karena ruangan ini milikmu mulai sekarang.”


Seol Woo bertemu dengan Ayah untuk membahas tugas yang diterimanya dari Dong Hyun. Ayah tidak menyangka kalau Jaksa Lee punya banyak teman. Seol Woo memperingatkan kalau Ayah mungkin dalam bahaya setelah apa yang terjadi dengan Anggota Kongres Baek. Dia tahu kan?

Iya, ya. Ayah tidak akan melakukannya lagi. Bukannya melarang, Seol Woo malah membiarkannya. Jaksa Lee bilang akan menjadikan Ayah sebagai penyelidik kejahatan. Tapi dia harus mengikuti perintahnya dan terus melapor sebelum bertindak. Ayah senang, tentu dia akan melakukan sesuai perintah.

“Ini rahasia di antara kita. Do Ha-ssi tidak boleh tahu.”

“Tentu saja.”


Ponsel Seol Woo berdering memberikan notifikasi. Kontan Seol Woo cemas dan pamit pergi secepat mungkin. Ia mengendarai mobilnya menuju Katedral Annam.

Postingan terkait:

10 Tanggapan untuk "SINOPSIS Man to Man Episode 14 Bagian 1"

  1. Bak di tunggu part 2 nya..makasih

    BalasHapus
  2. Lanjut part 2 nyaaa :) kok lama lanjutan nyaa lagi biasa ny cuma beberapa jam gx sampai berhari2 gini :( sibuk yaaa penulis nyaaa :) semangat !!!! :)

    BalasHapus
  3. kak, part 2-nya dong. hehehe

    BalasHapus
  4. part 2nya kapan rilis nih ^_^

    BalasHapus
  5. Kakak cantik,kok blm ada lanjutannya ya..apa masih sibuk...???
    Semangat kkak...

    BalasHapus
  6. semoga part 2 episode 14 segera hadir.
    Ditunggu yaaaa, mBak Cantik......
    TQ yaaaaa....

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^