SINOPSIS Reunited Worlds Episode 8



SINOPSIS Reunited Worlds Episode 8
Sumber gambar: SBS

Hae Sung dan Ahjussi pergi ke rumah sakit. Hae Sung terus mengintili Ahjussi, masih banyak yang membuatnya penasaran. Kenapa Ahjussi bisa tahu kalau dia ada di kafe? Ahjussi berkata kalau mereka bisa merasakan satu sama lain.

Berarti, mereka berdua itu sama? Lalu kenapa Ahjussi lebih kuat dari Hae Sung. Ahjussi mengatakan kalau mereka perlu berlatih. Hae Sung kadang bisa mendengar suara yang amat pelan, apa Ahjussi juga mengalaminya?


“Kelima indera kita berkembang lebih baik dari manusia biasa. Dan bisa dilatih lagi untuk mendapatkan kemampuan yang lebih.”

Hae Sung penasaran bagaimana Ahjussi bisa mengetahuinya. Ahjussi mempelajari dari orang yang ada sebelumnya. Hae Sung bertanya, sejak kapan Ahjussi kembali? Ahjussi kembali sejak musim panas kemarin. Dia menyuruh Hae Sung untuk melakukan apa yang harusnya dilakukannya, dan ia akan menemui anaknya.




Mereka berdua berdiri didepan sebuah ruang pasien. Putra dari Ahjussi sudah menjadi seorang kakek berusia 80 tahun dan terbaring diatas ranjang tak sadarkan diri. Ahjussi menceritakan kalau dia meninggal di usia yang sama dengan Hae Sung.

Saat dia kembali ke dunia ini akhir musim panas lalu, selama berbulan-bulan dia hanya memandanginya. Ahjussi tampak sedih menemukan putranya terbaring sakit. Ia penasaran bagaimana kehidupannya selama ini. Kalau ia bisa bicara dengannya sekali saja sudah cukup untuknya.


Jung Won bertugas untuh bersih-bersih. Dia sengaja menumpahkan air didekat kaki Sous Chef. Sous Chef menuduhnya kalau dia sengaja melakukannya. Jung Won mengelak, dia tak sengaja. Bertepatan saat itu, Teman Jung Won datang memberitahukan kalau dia diminta Min Joon untuk membeli sayur dan buah-buahan di pasar.

Sous Chef curiga, tak seharusnya dia bertugas membeli sayur. Teman Jung Won membelanya, Jung Won kan sudah masuk tahun ketiga bekerja disana, jadi dia boleh belanja. Sous Chef pun tak punya alasan untuk menahan Jung Won lagi dan membiarkannya pergi.



Min Joon tengah memikirkan kejadian semalam, saat Jung Won menangis dan memeluknya. Tak lama kemudian, Jung Won masuk ke ruangannya. Pertama, dia memohon maaf atas kejadian semalam.

Min Joon seolah tak mau membahasnya dan mengalihkan topik, “Selama berbelanja kau harus tetap fokus. Aku tidak berlebihan kalau mengatakan bahan-bahan itu adalah segalanya.”

“Baiklah. Aku akan mengingat itu.”



Mereka pergi ke pasar tradisional untuk memilih bahan makanan segar. Namun disaat mereka sibuk memilih, sebuah troli besar membawa banyak tumpukan kardus lewat disana. Sigap Min Joon menarik Jung Won untuk menghindarinya.

Tanpa disadarinya, ada troli besar yang lewat dari arah berlawanan. Min Joon tak sempat menghindarinya hingga ia hanya mendorong Jung Won supaya dia selamat. Ia pun akhirnya tertabrak troli dan labu yang ada didalam kardus jatuh mengenai kepala Min Joon.

Jung Won panik meminta orang lain menelepon ambulan. Tapi kemudian Min Joon bangkit dan berkata kalau dia tak apa-apa. Jung Won masih khawatir karena barusan labu besar menimpa kepalanya. Min Joon meyakinkan kalau dia tak apa-apa.



Sebuah ponsel terdengar berdering. Min Joon kontan meletakkan ubi jalar yang ada ditangannya ke telinga. ‘Halo? Halo. Ya, aku akan segera kesana’ ucap Min Joon. Jung Won melongo bingung apalagi Min Joon mengatakan kalau ponsel itu bukan ponsel miliknya kemudian memasukkan ubinya ke dalam saku.

Jung Won menggeleng khawatir, sepertinya dia memang terluka parah. Min Joon berjalan pergi seolah tak terjadi apa-apa, tapi baru beberapa langkah berjalan, dia langsung pingsan. Hahahaha. Akhirnya, Jung Won pun membawanya ke rumah sakit.


Dokter mengatakan kalau Min Joon mengalami gegar otak ringan. Tapi tidak ada masalah yang serius. Tangannya di perban karena terkilir. Semuanya akan kembali semula setelah beberapa hari.


Mereka berdua berniat pergi. Jung Won menawarkan supaya Min Joon berpegangan tangan padanya. Tapi Min Joon malah heran dengan ubi yang dipegangnya. Astaga, kenapa dia memegang ubi? Aneh sekali. Min Joon ngeloyor pergi meninggalkan Jung Won.



Sesampainya di rumah Min Joon, Min Joon masih tidak percaya saat Jung Won menjelaskannya. Ngomong-ngomong, dia haus. Jung Won menawarkan diri untuk mengambilkan minuman. 

Saat Jung Won pergi, Min Joon buru-buru menutup bingkai foto yang punya 3 gambar anjing di sudutnya.



Jung Won bertanya-tanya, apakah ada teman atau keluarga yang bisa menjaga Min Joon? Min Joon menghampirinya. Dia tanya, apa mungkin Jung Won punya pertanyaan untuknya?

Jung Won mengelak. Namun Min Joon tetap menjelaskan kalau ibunya sudah meninggal dan ayahnya menikah lagi. Ia punya saudara tiri dari pernikahan kedua ayahnya, tapi dia hanya melihatnya sekali saat umurnya masih 2 tahun.



Ponsel Jung Won berdering. Min Joon menyuruh dia untuk mengangkatnya, ia pun pergi meninggalkannya. Jung Won heran kenapa Jin Joo selalu telepon dengan video call. Jin Joo memang tak suka kalau cuma dengar suara, membosankan. Ia memberitahukan kalau saat ini dirinya ada dirumah Jung Won. Dia dimana?

Jung Won memberitahu kalau dia ada di rumah bosnya. Jelas, Jin Joo langsung antusias dan salah paham. Jung Won menjelaskan kalau dia pergi ke pasar dan bos-nya mengalami kecelakaan. Makanya, dia tak bisa meninggalkannya sendiri. Jangan salah paham. Dan sepertinya, dia tak bisa pulang hari ini.

Hae Sung tiba-tiba muncul disamping Jin Joo. Jin Joo sampai berjingkat kaget. Hae Sung bertanya dia ada dimana? Tadi dia dengar kalau dia tak akan pulang. Kontan Jung Won panik dan berniat memutus panggilan secepat mungkin.

Bukannya memutus video call, Jung Won malah memencet tombol pengalih kamera. Dan bertepatan saat itu, Min Joon keluar dari kamar dan kamera merekamnya. Jung Won makin panik dan buru-buru mematikannya.


Tak berselang lama, Hae Sung datang ke rumah Min Joon. Dia melihat Min Joon dari atas sampai bawah. Dia kelihatan baik-baik saja. Jadi, biarkan dia yang menjaganya untuk malam ini. Jung Won melarang, kenapa dia harus melakukannya?

Hae Sung menaikkan suaranya, bagaimana bisa seorang wanita tinggal bersama pria semalaman berdua. Jung Won balas menaikkan suaranya, dia tak sopan. Jung Won meminta maaf pada Min Joon. Sepupunya ini memang dimanja sejak kecil.



Tak apa-apa, Min Joon menyuruh Jung Won untuk pulang saja. Jung Won menolak, lagian dokter sudah menyuruhnya untuk menjaganya sepanjang malam. Bagaimana kalau dia sampai pingsan lagi. Hae Sung mendelik cemburu karena Jung Won masih bersikukuh untuk menginap.

Min Joon meyakinkan Jung Won kalau dia baik-baik saja, ia membiarkan Hae Sung untuk menjaganya. Jung Won masih membujuknya. Sampai Hae Sung kesel dan menarik lengan Jung Won. Dia kan sudah bilang pulang, ya pulang saja sana.


Jung Won berpesan supaya Min Joon jaga diri baik-baik. Min Joon mengiyakan, dia berniat mengikuti Jung Won untuk mengunci pintu. Tapi Hae Sung menghalanginya, biar dia saja yang menguncinya.


Begitu Jung Won keluar pintu, tanpa banyak kata, Hae Sung langsung menguncinya. Diluar, Jung Won masih khawatir kalau harus meninggalkan mereka berdua. Apa dia harus terus disana? Tapi rasanya lebih aneh.. tau ah, Jung Won pun memutuskan untuk pergi.


Jin Joo keluar kamar mandi, ia mendengar seseorang membuka pintu. Ia mengira Jung Won sudah pulang, tapi betapa terkejutnya dia melihat Ho Bang-lah yang datang. Kontan ia berteriak kaget dan handuk yang ia gunakan terlepas.

Uwah.. Jin Joo makin berteriak histeris menyuruh Ho Bang untuk berbalik. Ho Bang yang terperangah kaget pun tak masih terus terbelalak. Ia berbalik sambil sesekali curi-curi kesempatan menoleh. Hahaha.



Ho Bang masih terus menggelengkan kepalanya menunggu kedatangan Jin Joo. Jin Joo menghampirinya, dia bertanya apakah Ho Bang melihatnya. Ho Bang beralasan kalau keringat mengalir ke matanya sehingga ia memejamkan mata saat itu.

Jin Joo makin kesal dengan alasan tak berlogika itu. Dia sekali lagi memastikan apakah dia melihatnya atau tidak. Ho Bang tak bisa mengelak lagi, tentang brazilian waxing-nya kan?

Jin Joo meremas kepalanya frustasi. Pokoknya, jangan sampai teman mereka lainnya mengetahui hal itu atau dia akan membunuhnya. Mulai sekarang, lebih baik mereka tak usah saling bicara dulu. Jin Joo berjalan pergi.


Ho Bang sontak bangkit dan berbicara dengan nada keras, “Memangnya melakukan waxing Brazil itu perbuatan kriminal?”

Jin Joo malu bukan kepalang dan langsung menampar wajah Ho Bang.


Hae Sung membantu Min Joon menggunakan pakaiannya. Ia bertanya apakah ada hal lain yang bisa ia lakukan. Min Joon menyuruh dia untuk istirahat, dia tak membutuhkan hal lain lagi. Ngomong-ngomong, bagaimana ia harus memanggilnya? Hae Sung, Hae Sung-goon (Dik Hae Sung) atau Tuan Sung? Ia meminta Hae Sung memilih antara satu sampai tiga.

Hae Sung berfikir dan memilih nomor tiga. Ah.. Min Joon ingatnya pilihan nomor tiga itu Hae Sung-goon. Baiklah, dia akan memanggilnya begitu. “Hae Sung-goon, mari kita makan. Ada apel didalam kulkas.”


Hae Sung mengupas apel dengan malas. Ngapain tanya makan bareng, bilang aja langsung kalau mau menyuruhnya mengupas apel. Tak lama kemudian, Hae Sung menghidangkan apelnya. Min Joon terdiam menatap apel itu kemudian menoleh ke arah Hae Sung.


Hae Sung agak bingung.. tapi begitu menoleh ke arah piring, Hae Sung seketika berjingkat kaget melihat potongan apelnya berbentuk hati. Ia beralasan kalau ia punya kebiasaan mengupas begitu karena bekerja sebagai pembantu dapur.


Min Joon tak ambil pusing dan langsung menyuapkan potongan apel berbentuk hati ke mulutnya. Hae Sung melihat bingkai foto yang tertutup di meja, ia berniat membetulkan posisinya.

Tapi ia terkejut melihat gambar milik Jung Won terselip disana. Hae Sung menunjukkannya pada Min Joon, itu kan gambar milik noonanya, apa dia yang memberikannya? Min Joon mengelak. Hae Sung menuntut penjelasan, kalau dia tak memberikannya, lalu bagaimana bisa gambar itu ada padanya? Apa dia mencurinya?

“Tidak.” Elak Min Joon.

Flashback

Jadi ceritanya itu terjadi 3 tahun lalu saat Min Joon menandatangani kontrak restorannya. Saat itu Jung Won berjalan sempoyongan mabuk dan mengira mobil Min Joon adalah taksi. Ia langsung masuk ke mobil. Min Joon sempat terpesona saat menatap wajah Jung Won.

Jung Won mengaku kalau dia tidak mabuk, jadi jangan coba-coba mengambil rute yang lebih panjang. Ia pun menyuruh Min Joon mengantarnya ke Hoam-dong. Min Joon cuma tersenyum mendengarnya dan mengantarkan dia.



Sesampainya di depan rumah Jung Won, Min Joon berdehem untuk membangunkan dia yang tertidur.

“2 dolar 50 sen.”

Murah sekali. Jung Won langsung memberikan uangnya dan berjalan menuju ke rumahnya sambil sempoyongan. Min Joon kembali tersenyum melihat tingkahnya, dan saat melihat uang yang diberikan Jung Won, disana terselip gambar milik Jung Won yang sekarang ia simpan di bingkai.



Dan keesokan harinya, Min Joon dikejutkan dengan kedatangan Jung Won ke restorannya untuk mendaftar pekerjaan. Namun, Jung Won tak mengenalinya sebagai supir taksinya.
Flashback end

Min Joon bertanya pada Hae Sung, bukankah itu luar biasa? Jung Won belum mengetahui soal itu, jadi dia meminta Hae Sung untuk merahasiakannya.


Esok harinya, Hae Sung pulang dari rumah Min Joon. Ia mengingat kembali akan masa lalunya di SMA.

Flashback


Musim panas di tahun ke-tiga SMA. Hae Sung mendapat tugas untuk membersihkan ruang auditorium selama sebulan. Saat itulah ia melihat Jung Won, teman masa kecil yang sudah tak ia temui selama 7 tahun, namun ia bisa mengenalinya dengan satu kali degupan jantung.

Saking sibuk memandangi Jung Won, Hae Sung sampai terjatuh dari meja yang ia gunakan untuk berpijak. Brak! Mendengar suara keributan, Hae Sung masuk ke ruang auditorium untuk bertanya dimana ruang guru.

“Jung Jung Won.” Panggil Hae Sung.


Jung Won pun baru sadar kalau anak dihadapannya adalah Hae Sung. Ia menepuk pundaknya, bagaimana kabarnya. Hae Sung meringis kesakitan karena pantatnya baru saja beradu dengan lantai.

Jung Won menunjuk ke arah hidung Hae Sung, hidungnya keluar darah. Ia pun sigap mengambil tisu dan mengusap darah itu.

Teman masa kecilku yang pindah ke Seoul sewaktu kami kelas 4 SD. Kembali pindah ke sekolahku. Aku sadar kalau hari itu, aku sangat merindukanmu.” – Hae Sung.

Flashback end


Jung Won mondar-mandir didepan rumah dengan khawatir. Saat melihat Hae Sung turun dari bus, dia langsung memberitahukan kalau Hae Chul ditangkap polisi. Hae Sung terkejut dan bergegas pergi untuk menemuinya.


Hae Chul terus memanggil-manggil Ho Bang. Dia benar-benar memohon supaya bisa dilepaskan. Dia harus pergi ke suatu tempat sekarang. Dia mohon. Ho Bang sampai kesal sendiri mendengar ia terus berteriak, dia memang teman kakaknya, tapi mereka harus tetap mematuhi aturan.



Jung Won dan Hae Sung sampai di kantor polisi. Sebelum menemui korban, Ho Bang memperingatkan supaya mereka berdua membungkuk dan memohon maaf pada mereka. Ketiganya pun menemui dua orang pria yang kepalanya sudah di perban.

Mereka dengan tegas mengatakan kalau mereka ingin memenjarakan Hae Chul. Hae Chul kontan berteriak tak terima, dia tak menghajar mereka. Hae Sung pun kemudian menghampiri Hae Chu, tapi Hae Chul seolah tak berani untuk bertatap muka dengannya.


Jung Won membungkuk dihadapan mereka berdua dan rambutnya mengenai wajah mereka. Dia memohon maaf atas apa yang terjadi. Dia memberikan uang gaji yang ia dapatkan, ia belum mengambil sepeserpun. Jadi, dia memohon supaya mereka bisa mencabut tuntutannya.


Dua orang itu pun saling kontak mata dan menerima uang itu, masih dengan sok jual mahal. Hae Chul kesal bukan kepalang, dia sungguh tak melakukannya. Mereka sudah menjebaknya, cek saja CCTV-nya.

Polisi yang lewat berkata kalau disana tak ada CCTV. Lagipula, ada dua orang yang babak belur, jadi untuk apa memeriksa CCTV. Ho Bang baru menyadari sesuatu, disana kan ada mobil, jadi dia akan memeriksa kamera mobil.



Ho Bang mendatangi mereka dan meminta izin untuk memeriksa kamera mobilnya. Dua orang itu pun saling berbisik panik. Namun salah satu dari mereka berkata kalau dia sudah menyembunyikan kartu memorinya dibawah kursi supir.

Hae Chul masih merutuk kesal, pasti kakaknya tak mempercayai dia. Hae Sung masih diam mendengarkan pembicaraan dua orang itu menggunakan pendengaran tajamnya. Ia tersenyum pada Hae Chul, dia mempercayainya kok. Dia tahu kalau dua orang itu memang sedang berbohong.


Hae Sung menemui Ho Bang dan mengatakan dimana letak memorinya. Tak lama kemudian, Ho Bang sudah menemukannya. Dia pun memarahi dua orang yang sudah menipu mereka, dia gantian menuntut dua orang itu.

Jung Won memuji Ho Bang yang sangat keren, bagaimana dia bisa tahu kalau memorinya ada dibawah kursi kemudi. Hae Sung tersenyum mengiyakan, Ho Bang memang keren.


Mereka bertiga akhirnya bisa keluar dari kantor polisi. Jung Won menyapa Hae Chul, sudah lama sekali mereka tak bertemu. Hae Chul mendesis tak suka, memalukan sekali, dia sudah terlambat. Ia permisi untuk pergi duluan.


Hae Sung kesal dengan sikapnya, dia bahkan tak mengucapkan terimakasih. Meskipun begitu, Jung Won lega karena Hae Chul tak memukuli pria-pria itu. Kriuuk! Perut Jung Won berbunyi nyari. Hae Sung tersenyum dan mengajaknya untuk makan jjeolmyeon dan pangsit.

Jung Won berjoget kegirangan, kayaknya memang enak. Hae Sung tersenyum, disaat seperti ini, dia tampak seperti anak kecil. Jung Won memperingatkan supaya Hae Sung tak bicara seperti itu pada orang yang lebih tua darinya.

Kontan Hae Sung menahan tangan Jung Won, “Kalau kau berani bilang kau lebih tua dariku lagi, aku benar-benar akan marah padamu.”

“Baiklah, baiklah. Tanganku sakit nih.” Ujar Jung Won sehingga Hae Sung lekas melepas tangannya.


Hae Sung dan Jung Won berniat menyebrang jalan. Tapi disampingnya, ada seorang anak kecil yang terus tertunduk sendirian. Jung Won menanyainya, apa dia tak mau menyeberang bersama mereka. Anak itu masih diam. Hae Sung bertanya, siapa namanya?

“Elsa.” Jawabnya.

Jung Won melihat ke gantungan tas anak itu, disana tertulis nama anak itu adalah Sung Gong Joo. Jung Won tak berkomentas apa-apa melihatnya, dia pun bertanya apa yang dilakukannya disana?

“Aku hanya berdiri di sini.”


Hae Chul sedang mencari Gong Joo. Pengasuh disana mengatakan kalau Gong Joo sangat senang saat berangkat sekolah pagi ini, dia senang akan bertemu dengan ayahnya. Tapi saat pulang sekolah dan ayahnya belum datang, ia menangis sedih.

Mereka meninggalkan dia sebentar untuk mengambilkan mainkan, tapi dia malah menghilang. Hae Chul panik dan bergegas pergi untuk mencarinya.


Gong Joo sedang makan pangsit dengan Jung Won dan Hae Sung. Jung Won senang karena sudah lama tak makan pangsit, ini mengingatkan dia saat SMA. Hae Sung mengusap saus yang belepotan di mulut Jung Won.

“Apa kalian berdua berteman?” tanya Gong Joo.

Hae Sung mengiyakan, mereka teman SMA. Gong Joo sedikit tak percaya, soalnya Bibi disampingnya kelihatan lebih tua. Kontan Jung Won merengut tak suka. Hae Sung meyakinkan kalau mereka benar-benar teman, hanya dirinya saja yang agak aneh.


Hae Sung berbisik pada Gong Joo, memperingatkan kalau Jung Won tak suka kalau dibilang tua. Gong Joo mengangguk paham, dia pun memuji Jung Won kalau dia pasti kelihatan cantik saat masih muda.

Hahahaha.. kontan Jung Won makin cemberut. Gong Joo mencium aroma shampoo mereka, sepertinya mereka menggunakan shampoo yang sama, apa mereka tinggal satu rumah?

Jung Won dan Hae Sung menoleh ke arah bibi pemilik warung makan. Kelihatan canggung karena bibi itu terus memperhatikan mereka.


Mereka bertiga selesai makan. Jung Won tanya apakah Ayahnya Elsa akan datang menjemputnya. Gong Joo tertunduk sedih, sepertinya dia tak akan datang. Jung Won dan Hae Sung kelihatan kasian padanya.


Bertepatan saat itu, Hae Chul lewat disana. Gong Joo memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’. Hae Chul pun berlari menghampiri putri kecilnya dan memeluknya dengan panik. Hae Sung terbelalak kaget mengetahui adiknya sudah punya anak.

Gong Joo memberitahukan kalau Hae Sung dan Jung Won sudah membelikan pangsit untuknya. Hae Chul menoleh ke arah mereka. Dia juga terkejut melihat Hae Sung dan Jung Won disana.


Hae Chul pun menjelaskan kalau Ibu Gong Joo pergi setelah melahirkan Gong Joo. Dan sekarang, dia membesarkannya seorang diri. Dia tinggal di tempat penitipan anak sekarang. Dia ingin secepatnya membawa Gong Joo kembali, tapi dia belum punya uang.

Hae Sung memperingatkan agar Hae Chul tak membuat Gong Joo menangis, atau dia tak akan memaafkannya. Hae Chul mengerti, dan dia berterimakasih atas bantuan Hae Chul di kantor polisi.


Jung Won dan Gong Joo sibuk bermain. Jung Won heran kenapa Gong Joo tidak suka namanya, namanya itu cantik. Gong Joo berkata kalau dia bukan Gong Joo (tuan puteri), jadi dia tak suka dipanggi Gong Joo. Gong Joo memuji Jung Won yang sangat cantik seperti tuan puteri.

Hae Chul dan Hae Sung menghampiri mereka. Hae Chul mengajaknya untuk pulang. Hae Sung memeluk keponakan kecilnya itu, dia menyuruhnya untuk makan yang banyak dan bisa ceria. Hae Sung memberitahukan pada Hae Chul kalau dia sudah bertemu dengan Young In dan Soo Ji. Dia juga sudah tahu dimana Young Jun bekerja, jadi dia ingin mereka bisa bertemu.


Hae Chul tak merespon ucapan Hae Sung. Dan mengalihkan pembicaraan dengan meminta Gong Joo berpamitan pada mereka. Gong Joo membungkuk, “Dah, Paman Hae Sung.”

Kontan Hae Sung terdiam. Dia sungguh senang mendapat sebutan ‘Paman Hae Sung’. Sepanjang perjalanan, Jung Won terus meledeknya dan memanggil dia paman Hae Sung. Namun tiba-tiba saja, sesuatu terjadi padanya.


Entah kenapa, dada Hae Sung terasa amat sakit. Ia terjatuh. Jung Won memintanya jangan bercanda. Tapi Hae Sung masih terus meringis kesakitan, Jung Won pun panik.


Dan tak jauh dari sana, ada Min Joon yang tengah bertemu dengan seseorang.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "SINOPSIS Reunited Worlds Episode 8"

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^