SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 2



SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar: jtbc
“Apa kau sudah bertemu dengan Pengawal Kim?” tanya Un Gwang.

Do Ha tampak sangat marah, ia akan membunuhnya. Ia pergi tanpa mengatakan apapun.

Mata Do Ha meremang, “Yang harus dia lakukan cuma minta maaf. Bisa-bisanya dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun? Kalau aku papasan sama dia di jalan, akan kutembak dia.”

Do Ha menghapus air mata kekecewaannya. Dia meminta Un Gwang untuk membelikannya pistol.

Seol Woo bergegas untuk pergi, dia memberikan chip berisi dokumen pertambangan Hungaria yang ia janjikan pada Nona yang membantunya masuk kesana. Nona itu mengajaknya minum dulu sebelum pergi, ia memeluknya dan mengatakan kalau Seol Woo adalah pria yang romantis.

“Jika romantis hal yang kau inginkan, kau seharusnya menyinggungnya dalam kesepakatan itu.” Seol Woo melepaskan tangan wanita itu.

Do Ha dan Un Gwang sedang menonton film romantis. Pemain dalam film itu menjalih hubungan setelah filmnya berakhir. Do Ha pikir mereka sudah punya rasa semenjak pembuatan filmnya. Un Gwang menyangkal dugaan Do Ha, dia yakin kalau mereka cuma akting. Mereka berpisah setelah memulai pembuatan film berikutnya.

Walaupun cuma akting, Do Ha rasa mata mereka tidak berbohong. Memangnya apa yang tidak bisa dilakukan aktor saat tidak berakting? Tanya Un Gwang. Dia bangkit dari duduknya kemudian menatap Do Ha dalam-dalam, “Aku cinta kau. Sungguh.”

Do Ha terdiam untuk beberapa saat. Dia mengingat kembali tatapan hangat Seol Woo padanya selama ini. Ia pun tersenyum getir, ternyata mereka juga bisa berbohong menggunakan mata. Ia memuji kemampuan akting Un Gwang. Lebih baik jangan nonton film romantis, nonton film aksi saja yang sering. Un Gwang kasihan melihat Do Ha yang tampak begitu murung.

Seol Woo sibuk bermain game. Dong Hyun datang menemuinya untuk menanyakan perilah undangan Black Auction. Seol Woo menunjuk kotak hitam diatas meja, minimal mereka punya 5 milyar won untuk mengikutinya.

Tae Ho sedang mengumpulkan dana untuk mereka, ia menyuruh Seol Woo bertindak dengan lihai. Meskipun dia agen ghost tapi dia agen tingkat enam pertama yang menerima banyak dana. Ia akan mem-back up-nya.


Back up? Memangnya Dong Hyun pikir dia mau kabur. Tentu saja Dong Hyun ingin mengantisipasinya kalau sampai dia kabur. Dirinya tidak sejago Seol Woo dalam berkelahi. Kalau dia mau kabur, lebih baik mereka membagi dananya menjadi dua. Seol Woo cuma tersenyum menanggapi candaan Dong Hyun.

Ayah mencoba menelepon Seol Woo tapi tidak mendapatkan jawaban. Dia yakin kalau putrinya sedang ada masalah. Ia merasa Seol Woo meremehkannya karena ia hanya bekerja di tempat seperti ini.

Dengan semangat menggebu-gebu, ia membanti celemeknya. Song Yi khawatir, dia mau kemana? Ayah berkata kalau sekarang sedang musim pemilihan, kalau dia menyesuaikan diri dengan benar maka ia bisa mendapatkan jackpot.

Ayah sudah ada dijalan meneriakkan dukungannya untuk In Soo. In Soo pun dengan terpaksa menghampirinya. Ayah memperkenalkan dirinya sebagai Cha Myung Suk, ia pun memberikan kartu namanya. Ia pernah bertemu dengan In Soo saat ia bekerja untuk Tuan Yoon. In Soo mengernyit heran melihat kartu namanya, Galeri Robert Yoon?

Ayah berbisik, “Aku si Goldfinger. Jika kau butuh bantuan atas nama Tuan Yoon, teleponlah aku.”

In Soo tersenyum licik, entah apa yang ada dalam pikirannya. Ia berjanji akan segera menelepon Ayah.

Mi Eun mengembalikan barang yang ia dapatkan dari Tae Ho, dia tidak mau lagi berhubungan dengan mereka. Tae Ho tahu kalau Mi Eun mengkhawatirkan putranya, tapi dia memintanya tetap bertahan untuk jaga-jaga saja.

Tidak mau, Mi Eun sudah memutuskan untuk menghilangkan segalanya. Mereka bahkan tidak bisa menjamin keselamatan dia dan anaknya. Kalau sampai mereka membahayakan suaminya lagi, maka ia akan berbalik memihak suaminya. Ia akan mengubur semua kesepakatan mereka. Jadi ia harap Tae Ho juga bisa menjaga rahasianya.

Mi Eun curhat pada Sharon mengetahui putusnya kesepakatannya dan Tae Ho. Sharon cukup senang dengan keputusan yang diambil Mi Eun. Mi Eun memuji kalau Tae Ho adalah pria yang baik, akan ia pastikan semuanya tidak menjadi canggung karena dia.

Bertepatan ditengah obrolan mereka, Un Gwang datang memanggil nama Sharon dengan cerianya. Kontan Mi Eun pamit pada Sharon untuk pergi. Un Gwang berubah serius, ia ingin menanyakan satu hal padanya. Kabarnya Songsan menekan investor agar tidak berinvestasi di filmnya. Apa Presedir Mo itu tidak ada kerjaan lain, atau memang dia picik?

“Apa kau mengira itu alasanmu tidak bisa mendapatkan investor? Terserah kau mau berpikiran apa.”

Dong Hyun menunjukkan rekaman interogasi Ki Chul. Semenjak pengacaranya datang, dia selalu duduk seperti itu sambil menatap kamera. Anehnya, dia selalu mengetukkan jarinya. Ia tidak yakin dengan polanya, yang jelas itu bukan morse.

Seol Woo segera mengambil kertas dan menuliskan sesuatu sambil terus memperhatikan ketukan jari yang dilakukan Ki Chul. Ini adalah kode yang biasa digunakan oleh agen Ghost. Ini adalah koordinat GPS. Dong Hyun melihat note yang ditulis Seol Woo, sepertinya itu di koordinat daerah sekitar Gyeonggi. Ia akan mencari tahunya lebih dulu.

Un Gwang merenung sendiri di ruang kerjanya. Ia teringat akan pembicaraannya dengan Sharon tadi siang.

Flashback
Ia penasaran akankah Mi Eun punya masalah dengan suaminya. Sharon menyangkal, mereka berdua adalah pasangan paling didambakan di negeri ini. Bukan itu yang di maksud Un Gwang, dia ingin tahu hubungan mereka yang sebenarnya. Dia yakin CEO Ji pernah bercerita tentang pertemuan kami dengan dia dan suaminya. Ia merasa aneh. Mi Eun tidak bahagia, bukan karenanya kan?

“Aktor Yeo, tak usah menyombongkan diri. Walaupun ada masalah, itu di antara mereka berdua. Entah mereka bahagia atau sengsara, itu bukan urusanmu.” Jawab Sharon.
Flashback end

Un Gwang datang ke markas Seol Woo. Dia menunjukkan ayam yang ia bawa dan menunjukkannya ke CCTV. Buka pintunya sebelum dia melakukan konferensi pers disana. Kontan terdengar suara pintu terbuka.

Un Gwang takjub melihat ruangan Seol Woo, haruskah dia membuat rumahnya begini. Rumanya terasa sangat terbuka dan kadang ia butuh waktu sendiri. Seol Woo dingin, apa yang dia lakukan kesana?

Un Gwang merindukan Seol Woo dan ingin makan bersamanya. Ia penasaran dengan gaji-nya di BIN. Ia menawarkan supaya Seol Woo bekerja menjadi pengawalnya lagi dan ia akan membayar dua kali lipat. Seol Woo rasa tugasnya sudah berakhir, jadi dia bukan lagi Pengawal Kim.


Baiklah. Un Gwang menyuruhnya untuk memanggil ia dengan sebutan Hyung mulai sekarang. Ia berterimakasih karena Seol Woo sudah menepati janjinya. Brother, apa benar kalau penyamarannya hanyalah sebuah misi? Apa tidak ada rasa tulus sama sekali? Ingat kan kalau mereka berpegangan tangan melewati jembatan dan hampir kena ledakan EMP di Rusia.

“Tidak ada rasa tulus sama sekali.” dingin Seol Woo.

Kejam sekali, dengus Un Gwang. Lalu bagaimana dengan Do Ha? Apa dia hanya memanfaatkannya saja?

“Ya.”

Seol Woo kelihatan sedih mengingat itu adalah misi dimana ia pertama kali melakukan kegagalan. Ia mengaku sangat marah mengetahui Do Ha diculik.


Do Ha menceritakan kepergian Seol Woo pada Song Yi. Semua sudah berakhir dan ia akan melupakannya. Iseng, Do Ha membuka galeri di ponselnya. Ia tak menyangka kalau fotonya bersama Seol Woo juga sudah menghilang. Dia rupanya menghapus semua  jejaknya dan pergi begitu saja.

Song Yi mengumpati Seol Woo yang bertindak layaknya bjingan. Sudahlah, Do Ha tidak apa-apa. Toh dia juga tidak ingin punya pacar yang menghilang begitu saja. Ia akan melupakannya. Semuanya akan berubah setelah musim berganti, ia punya Song Yi dan Oppa disisinya. Do Ha kembali tersenyum.. getir.

Un Gwang berkata kalau Do Ha memang tampak kuat diluar, tapi sebenarnya dia rapuh. Meskipun begitu, tidak usah mengkhawatirkannya karena ia akan selalu disisinya. Jangan terlalu sedih, ia juga akan selalu berada di sisi Seol Woo. Ia tahu kalau Seol Woo tidak bisa berhenti memikirkannya.

Dia baik-baik saja, aku Seol Woo. Ia menyuruh Un Gwang tidak datang ke tempatnya lagi.

Un Gwang tidak datang kesana demi Seol Woo, ia datang demi dirinya sendiri. Seol Woo menjadi bodyguarnya dengan koneksi Song Mi Eun. Apa dia punya hubungan sesuatu dengan BIN?


Tae Ho sedang bertemu dengan Sharon. Keduanya membahas Mi Eun yang memutuskan memihak suaminya. Baik Un Gwang maupun suaminya, keduanya sama-sama penting baginya. Dia mencintai dua pria itu. Namun Tae Ho berpendapat lain, mungkin malah dia tidak menyukai keduanya.

Bersamaan dengan itu, Tae Ho mendapatkan telepon dari Dong Hyun. Sharon menahan tangannya, ia tak ingin dia mengangkatnya. Namun Tae Ho tidak bisa, ini masalah mendesak. Sharon cuma bisa mendesis seolah sudah paham dengan watak pasangannya ini.


Dong Hyun memberitahukan kalau mereka berhasil menemukan mayat seseorang yang diduga sebagai Agen Yoon. Tae Ho agak tidak percaya, bukankah Songsan dan Anggota Kongres Baek mencoba menutup-nutupinya?

“Akan kusuruh reporter kesini. Mereka tidak akan bisa mudah menutup-nutupinya kalau hal ini masuk berita.” Ujar Dong Hyun.

Esok paginya, berita ditemukannya mayar Robert Yoon pun disiarkan di TV. Sung Jae melihatnya dengan kesal. Ia langsung menelepon In Soo, sepertinya memang benar kalau anjing pemburu sudah menggigit tuannya. Sepertinya dia harus merebusnya seperti saran In Soo.

Jangan khawatir, ujar In Soo. Dia akan mengurusnya sebelum merugikan Songsan. Kasus pembunuhan akan segera ditutup kalau mereka menemukan pelakunya. Ia akan menjadikan seseorang sebagai pelakunya. In Soo menatap kartu nama Ayah Do Ha dengan senyum licik.

Tidak lama kemudian, polisi datang ke restoran Ayah. Ayah mengira kalau kedatangan mereka atas utusan dari Tuan In Soo. Namun betapa terkejutnya ia saat mengetahui kalau polisi itu membawa surat penangkapan atas tuduhan pembunuhan Robert Yoon. Ayah pun digiring ke kantor polisi saat itu juga.

Song Yi buru-buru mengabarkan apa yang terjadi pada Do Ha. Kontan Do Ha kaget mendengarnya.

Polisi menginterogasi Ayah. Bagaimanapun Ayah menyangkal, polisi terus menyudutkannya karena semua bukti mengarah padanya. Ayah sungguh tidak tahu, tiba-tiba saja dia tidak bisa menghubungi Tuan Yoon.

Polisi menuduh Ayah membunuh Tuan Yoon untuk mengincar uangnya, dia terekam CCTV saat menelusuri toko Tuan Yoon. Ayah mengakui jika ia memang datang kesana, tapi dia benar-benar tidak melakukannya. Polisi geram karena Ayah tidak mengaku juga. Semua bukti dan motif mengarah padanya.


Dong Hyun mengabari Seol Woo mengenai Tuan Cha Myung Suk yang tersandung kasus pembunuhan Agen Yoon. Seol Woo yakin kalau Ayah bukanlah pelakunya, dia tidak mungkin melakukannya. Ada yang mencurigakan, tapi menurut laporan yang ada di tangan Dong Hyun, memang begitulah adanya.

“Bagaimana dengan Ki Chul?”

“Dia bungkam lagi. Dia tidak mengetuk jarinya lagi.”

Panggilan berakhir, Dong Hyun kembali mendapat telepon dari seseorang yang tidak lain adalah Do Ha. Ia menemui Do Ha dan Un Gwang di cafe. Do Ha meyakinkan pada Dong Hyun kalau ayahnya tidak mungkin membunuh. Dong Hyun tidak bisa berbuat apa-apa karena investigasi masih berlanjut.

“Pasti ada hubungannya dengan penculikan itu, bukan? Itu karena cincin pemberian ayahku itu, bukan? Memang kenapa dengan cincin itu sebenarnya?”

Dong Hyun tidak bisa menjelaskan, ini berhubungan dengan rahasia nasional. Un Gwang tetap menuntut penjelasan, rahasia nasional apa sampai harus mengorbankan nyawa seseorang.

Dong Hyun terdiam, ia mendapatkan sms dari Seol Woo yang mengatakan kalau ia sudah datang. Ia meminta keduanya untuk mempercayakan masalah ini pada mereka, bersabarlah.

Dong Hyun dan Seol Woo sudah ada diruang pantau. Dong Hyun penasaran dengan alasan Ki Chul memberitahukan keberadaan mayat Agen Yoon. Seol Woo menduga Ki Chul ingin memberontak supaya tidak cuma dirinya yang dirugikan.

Satu-satunya cara membersihkan nama Ayah adalah dengan membuat Ki Chul buka mulut. Dia pasti punya alasan memanggilnya menggunakan kode ghost. Seol Woo pun meminta Dong Hyun mematikan kamera CCTV ruang interogasi.


Seol Woo duduk berhadapan dengan Ki Chul. Dengan kedatangannya kesana, Ki Chul yakin kamera CCTV sudah dimatikan. Dia sudah berhasil menemukan jenasah Agen Yoon kan? Ia sudah bisa memastikan pria yang tak berdosa dijadikan kambing hitam. Anggota Kongres Baek pasti sudah menyiapkan segalanya.

“Apa yang ingin kau katakan padaku?”

“Aku punya apa yang kauinginkan, bukti pembunuhan Robert Yoon.”

“Lalu, apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin kematian seseorang.” Jawab Ki Chul.

Sementara itu, Sung Jae dan In Soo melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung. Ia memberikan se-koper uang untuknya. Sebuah kesepakatan telah terjadi diantara mereka.

Selepas kepergian Jaksa Agung, Sung Jae berkata kalau peti simpanannya sudah kosong. In Soo mengutip kata-kata dari tripitakan dan alkitab, mereka harus mengosongkan segalanya sebelum mengisinya lagi. Semua berjalan lancar. Mereka akan mulai tahap kedua rencana mereka.

Dikantor, Tae Ho mendapatkan telepon dari seseorang yang mengabarkan kalau rekening kegiatan khususnya telah diblokir. Bersamaan dengan itu, tiga petugas datang menemuinya untuk menunjukkan surat pemecatan dan mereka harus menarik ijin penggunaan senjatanya. Ia harus mengosongkan ruang kerjanya sekarang.

Ruangan Dong Hyun juga sudah dipenuhi oleh para penyidik yang tengah mengumpulkan berkas-berkasnya. Dia ditahan atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Tae Ho terpaksa melakukan pertemuan mendesak dengan Seol Woo. Mereka diserang bersamaan. Songsan sepertinya mulai bereaksi.
Seol Woo berkata jika cincin pelelangannya tak ada gunanya lagi setelah besok selesai. Kalau misi mereka gagal, apa yang akan terjadi dengan Agen Lee dan Cha Myung Suk (Ayah)? Apa dia tidak akan memperdulikannya lagi?

Tae Ho pikir mereka harus menghentikan misi ini dulu. Kondisinya sangat parah. Seol Woo menyimpulkan kalau Tae Ho sekarang tidak punya rencana. Tae Ho tampak frustasi, memangnya apa yang akan ia lakukan sendi... Tae Ho menoleh dan Seol Woo sudah tidak ada di kursinya lagi.

Dua orang polisi membawa Ki Chul masuk ke dalam lift. Namun begitu lift terbuka, dua polisi yang membawanya sudah pingsan dan borgol yang menahan tangannya sudah lepas.

Tidak biasanya, Mi Eun membawakan jus untuk suaminya yang tengah bekerja. Ia membahas masalah Tae Ho dihadapan suaminya. Dengar-dengar, dia menyelidiki Songsan. Sung Jae terkejut, bagaimana dia mengenalnya?

Mi Eun mengatakan kalau Tae Ho adalah pacar baru Sharon. Dia orang yang kompeten dan pintan di BIN. Dia sangat keras kepala dan pemalu, ia sangat ingin meruntuhkan Songsan tapi tidak bisa apa-apa dihadapan Sharon. Sung Jae tersenyum licik mengetahui Tae Ho adalah kekasih Sharon. Sementara Mi Eun kelihatan diam, tapi dari wajahnya, ia seolah punya rencana sendiri.

Petugas Park menginterogasi Dong Hyun dan membuka setiap kasus yang diselidiki Dong Hyun. Ia mencoba mengorek kesalahan Dong Hyun, atau lebih tepatnya mencari-cari masalah. 

Dong Hyun cuma tersenyum sinis, apa hubungannya ini dengan korupsi dan penyalahgunaan wewenang? Siapa yang membuatnya ditahan karena tuduhan tak masuk di akal ini?


Ki Chul berhasil kabur dari kantor polisi. Dia menelepon In Soo dan memohon supaya dia bisa diberikan satu kesempatan lagi. Ia akan menyingkirkan Agen K dan memberikan ukiran kayu padanya.

Dalam perjalanan menuju ke kantor, mobil Sung Jae menghadang Tae Ho. Dengan bersahabat, dia mengajaknya untuk bicara.

Un Gwang coba menenangkan Do Ha, dia meyakinkan akan mencari pengacara terbaik dari firma hukum terkenal. Tapi Do Ha tidak bisa tenang mengingat cincin, penculikan, tuduhan palsu itu semuanya terkait dengan BIN. Apa menurutnya mereka bisa menang?

Meskipun begitu, Un Gwang tetap optimis apalagi Jaksa Lee Dong Hyun berjanji akan membantu mereka. Do Ha makin cemas, dia sendiri tidak bisa menghubungi Jaksa Lee lagi sekarang. Kepolisian, kejaksaan, BIN... dia tidak tahu siapa yang harus dipercaya dan diajak bicara lagi.

Un Gwang terdiam mengingat ucapan Seol Woo kalau dia tidak bisa mempercayai Agen BIN. Mereka cuma satu orang yang bisa dipercayai.

Un Gwang membawa Do Ha ke markas Seol Woo. Do Ha tidak yakin melihat tempat Seol Woo, apa dia masih berada disana? Un Gwang membenarkan, dia tidak memberitahu Do Ha soalnya dia takut memperumit masalahnya. Dia sudah berbicara dengan Seol Woo disana sebelumnya.

Tidak lama kemudian, mereka melihat Seol Woo yang berjalan menuju ke markasnya. Do Ha tidak menyangka kalau dia benar-benar masih tinggal disana. Un Gwang meminta Do Ha untuk menunggu di mobil, biar dia saja yang bicara dengannya.

Namun Do Ha tidak bisa tinggal diam, dia langsung keluar dari mobil dan menghampiri Seol Woo. Ia coba memukulnya. Sigap, Seol Woo menahan tangan Do Ha dan mengunci pergerakannya. Do Ha tidak bisa berkutik saat itu, dan posisi mereka sangatlah dekat.


Begitu Seol Woo melepasnya, Do Ha menatap Seol Woo dengan kecewa tapi juga rindu, “Kau menghilang tanpa sepatah kata pun, jadi aku pun sampai tidak bisa mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menyelamatkanku  saat aku diculik.”

“Aku baru saja melakukan pekerjaanku...”

Do Ha meninju perut Seol Woo, “Aku sungguh tidak bisa memaafkanmu karena berbohong padaku.”


In Soo menemui Dong Hyun dan mengajaknya berbasa-basi. Ia datang kesana untuk menyelamatkannya. Dong Hyun merenges, sepertinya dia ingin membuat kesepakatan kemudian menipunya. Dengan nada berkelakar, In Soo menuduh Dong Hyun yang sudak menipu, sebenarnya dia memihak jaksa atau BIN? Pilihlah salah satu dan jangan menyusahkan hidupnya.

Entah BIN atau kejaksaan, Dong Hyun tidak ambil pusing dengan prosesnya. Yang terpenting dia bisa menangkap orang jahat seperti In Soo, bukankah sama artinya dia sudah memenuhi tugasnya.

“Berhentilah ikut campur. Serahkan ukiran kayunya dan jauh-jauhlah dari BIN.”

“Tak mau.”

“Apa perlu kau dipecat dulu biar belajar dari kesalahanmu?”

Dong Hyun cuma tertawa, mana bisa seseorang mudah berubah. In Soo sendiri tidak punya niatan bertobat. In Soo cuma tertawa mendengar sindiran halus Dong Hyun. Keduanya sama-sama tertawa tapi tampak sangat jelas kalau keduanya tidak bersahabat.


Sung Jae juga tengah berbasa-basi busuk dengan Tae Ho. Tapi pada intinya, dia menginginkan Tae Ho untuk menyerahkan ukiran kayu padanya. Sebagai balasan, dia akan menjadikannya sebagai Direktur BIN. Bagaimana kalau mereka bergandengan tangan saja?

Tersenyum, Sung Jae hanya akan memegang tangannya saat ia bisa memborgolnya. Sung Jae berkata kalau Tae Ho butuh kekuasaan untuk menegakkan keadilan. Tegas, Tae Ho menekankan kalau keadilan yang tidak menggunakan aturan disebut penyerangan.

“Uang adalah aturan dan kekuasaan adalah keadilan. Kau masih belum tahu itu? Atau kau pura-pura tak tahu?”

“Apa menurutmu dunia akan bekerja sesuai keinginanmu?”

Sung Jae menantangnya untuk taruhan. Ia pun bangkit dari tempat duduknya, ia tidak suka makanan disana. Selera makan Tae Ho cukup buruk, tapi sepertinya selera wanitanya cukup tinggi. Dia mendengar Tae Ho berkencan dengan Sharon Kim, sahabat istrinya. Dia penasaran apakah ia bisa menahannya.


Tae Ho tampak terkejut mengetahui Sung Jae mengetahui hubungannya dengan Sharon. Ia pun tampak khawatir dibuatnya.

Sementara itu, Seol Woo tengah dituntut oleh Un Gwang dan Do Ha mengenai kasus Ayah Do Ha. Seol Woo meminta mereka menunggu. Do Ha tidak bisa mempercayainya. Un Gwang mencoba tetap tenang, apa ada cara lain? Dia bersedia membantunya kalau ini demi negara dan Do Ha.

“Ada satu cara, dimana kau bisa membantu. Aku butuh uang untuk melaksanakan  rencananya. Dalam kurs dolar AS. Aku butuh lima juta dolar.” Ujar Seol Woo.

Do Ha melongo. Un Gwang hampir jatuh dari tempat duduknya, lima juta dolar?

Postingan terkait:

5 Tanggapan untuk "SINOPSIS Man to Man Episode 8 Bagian 2"

  1. Pnasaran ep 9,beritanyA aja song jong ki jdi cameo ....d lnjut snps nya mba puji.thank

    BalasHapus
  2. Mengharap ada adegan romantis kayak film strong woman do bong son,habis diselametin ada itu itu nya...hehe...ternyata tidak.hahaha... Makasih mba puji terus semangat ya

    BalasHapus
  3. Yah kirain mau berpelukaaan hihiihiu.... Smngat mbak nulisnya

    BalasHapus
  4. ^_^ makasihh.... menghibuurrrr.....

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^