SINOPSIS Suspicious Partner Episode 40 (End)



SINOPSIS Suspicious Partner Episode 40 (End)
Sumber gambar: SBS

Karena tugas tambahan, Ji Wook mengirimkan sms pada Bong Hee kalau dia tidak bisa datang tepat waktu. Bong Hee tidak masalah, dia kan sudah biasa menunggu. Ia menambahkan emoticon love banyak banget. Ah.. tapi rasanya seperti orang putus asa, dia menggantinya ‘Aku akan baik-baik saja. Kau bisa datang nanti.

Sambil menunggu, Bong Hee searching tempat-tempat kencan favorite. Dia mulai celingukan bosan. Ji Wook kembali mengirim sms, sepertinya dia harus menunggu lebih lama. Bong Hee membalas ‘Tak apa. Kau tak perlu terburu-buru.’



Tuan Bang sedang menginterogasi seorang tersangka sebuah kasus. Geregetan, Ji Wook mengancam supaya dia mengakuinya. Buktinya sudah sangat jelas, dari DNA sampai CCTV. Kalau dia tidak mengaku dalam 30 detik, dia takkan memberikan kesempatan banding. Dia sedang ada janji penting.. 1..2..3.. ayo cepat!


Yoo Jung mengajak Ji Hye untuk minum bersamanya. Ji Hye agak males, dia tahu kalau Yoo Jung sedang tak punya teman minum. Bong Hee melihat keduanya, dia pun langsung mensejajari mereka dan mengiyakan ajakan Yoo Jung untuk minum bersama.



Yoo Jung berkata kalau Ji Wook akan lebih mengecewakan Bong Hee dari sekarang. Beban kerja jaksa sangatlah gila dan Ji Wook akan semakin gila kerja. Bong Hee tertawa nyinyir, sekarang dia sedang menasehatinya sebagai mantan pacar?

Ah.. Ji Hye kesal harus melihat drama mereka berdua. Bong Hee langsung menghardiknya, dia juga sempat memacari pacarnya. Yoo Jung pun ikutan mencecar Ji Hye, dia menyukai Eun Hyuk kan?

“Apa yang akan kau lakukan jika aku mengatakan ya?”

“Kenapa kau selalu jatuh cinta kepada orang yang sudah jadi milik orang lain? Jangan seperti itu.” suruh Bong Hee.


Ji Hye mana tahu kalau Eun Hyuk ternyata sudah menyukai orang lain. Yoo Jung jadi penasaran, memangnya siapa yang disukai Eun Hyuk? Bong Hee dan Ji Hye melongo karena Yoo Jung selama ini tak menyadari siapa yang disukai Eun Hyuk. Mereka berdua bersulang dan membiarkan Yoo Jung terus bertanya, siapa? Siapa?

Malas, Ji Hye dan Bong Hee terus menyuapkan makanan ke mulutnya.



Ji Wook dan Eun Hyuk datang ke resto untuk menjemput para wanita yang sudah mabuk. Mereka semua bertingkah aneh sampai-sampai Ji Wook dan Eun Hyuk melongo dibuatnya. Ji Hye dengan sedih bertanya, apakah Eun Hyuk sedang memanfaatkannya?

“Hei, Eun Hyuk. Apa sedang ada yang kau taksir?” tambah Yoo Jung.


Ji Wook bingung melihat dua wanita itu sama-sama tertarik pada Eun Hyuk. Dia tak mau ikut campur dan segera mengajak Bong Hee pergi. Dia menasehati Eun Hyuk supaya tidak tidak menjalani hidupnya dengan cara seperti itu.


Ji Wook menggendong Bong Hee, apa dia sekarang baik-baik saja? Bong Hee cekikikan, dia baik-baik saja. Ia pun menarik wajah Ji Wook lantas mencium pipinya. Senyum Ji Wook pun seketika merekah.

Bong Hee menutup mulutnya. Ji Wook panik mengira kalau dia mau muntah, tapi Bong Hee cekikikan sendiri, bohong rupanya. Bong Hee lagi-lagi menutup mulutnya. Ji Wook yakin kalau dia cuma bohong. Tapi Bong Hee meyakinkan, serius. Ji Wook berniat menurunkannya, tapi Bong Hee kembali cekikikan. Aw.. kemistrinya aduhai..


Eun Hyuk mengantar Yoo Jung ke apartemennya. Yoo Jung bertanya, dimana Jaksa Na? Eun Hyuk mengingatkan kalau mereka baru saja mengantar ke apartemennya. Ah.. Yoo Jung baru ingat.

Eun Hyuk heran Yoo Jung bisa mabuk padahal dulu dia kuat minum. Yoo Jung kira karena tubuhnya mengalami perubahan tiap tahun. Kalau begitu, Eun Hyuk menyuruhnya mandi kemudian tidur.


Yoo Jung berjalan sempoyongan dan hampir saja jatuh kalau Eun Hyuk tak menahannya. Mereka berdua bertatapan lama. Eun Hyuk memecahkan keheningan dengan kembali menyuruhnya mandi lalu istirahat.

Ia hendak pergi tapi Yoo Jung menahan tangannya, maafkan dia. Eun Hyuk menatapnya dalam kemudian mencium bibirnya. Giliran Eun Hyuk yang meminta maaf. Tapi Yoo Jung malah menarik jas Eun Hyuk, keduanya pun kembali berciuman dengan mesra.



Ji Wook sibuk membaca, menemani Bong Hee yang masih tertidur nyenyak. Bong Hee membuka matanya dan mengucapkan selamat pagi. Dia kemudian melihat ke balik selimut dengan bingung, apa semalam..

“Apa kau tak ingat?”

Bong Hee menggeleng polos. Dasar, Ji Wook berniat mengambilkan air putih untuknya. Bong Hee masih bertanya, apa selamam, maksudnya.. Ji Wook pasti tahu maksudnya kan. Ji Wook menjawab ambigu, “Kau tahu. Aku bukan orang yang suci.”

Ji Wook pun pergi ke dapur. Bong Hee tersenyum, “Kenapa juga aku tidak ingat? Pasti, aku ingat.”


Mereka berdua sudah berpakaian rapi untuk kerja. Tak lupa, Ji Wook minta morning kiss sebelum berangkat.



Ji Wook dan Bong Hee masih tinggal berpisah. Keduanya berhubungan melalui telepon setiap malamnya. Mereka berdua ngobrol hal-hal tak penting, seperti meeting yang terlalu lama sampai Bong Hee yang merasa kosong tanpa Ji Wook ditempat kerja.


Mereka bertemu sebentar saat pagi harinya. Selalu melakukan morning kiss sebelum menjalankan aktivitas mereka. Ji Wook mengusulkan supaya mereka tinggal bersama lagi. Bong Hee menolak, nanti tak ada tegang-tegangnya lagi.

“Ketegangan dengkulmu.” Rutuk Ji Wook kemudian mengecup dahi Bong Hee.

Rasanya sedih untuk mengatakan selamat tinggal saat kami bertemu.” – Bong Hee.


Kalau ada waktu, mereka bertemu untuk melakukan hal-hal simple lainnya. Mendengarkan musik bersama, menonton film, dan menghabiskan malam berdua.

Aku adalah kau, kau adalah aku. Setiap hari jadi sempurna bersamamu.” – Ji Wook



Yoo Jung melihat Eun Hyuk berjalan menghampirinya. Dia jadi gugup sendiri, ia berniat balik tapi kemudian memutuskan untuk pura-pura baca file dan terkejut bertemu dengannya. Wah cuaca hari ini bagus yah. Sepertinya mau musim panas..

Ini kan sudah musim panas, ucap Eun Hyuk. Benarkah? Yoo Jung makin kelimpungan sendiri, dia sibuk kerja makanya lupa musim. Dia pun berniat pergi, namun Eun Hyuk menghentikannya. Sepertinya, mereka harus membicarakan tentang hubungan mereka.


Yoo Jung bingung harus bicara apa. Dia meminta Eun Hyuk untuk menganggap apa yang terjadi kemarin hanyalah sebuah kesalahan. Saat itu, pikirannya sedang lemah. Eun Hyuk agak kecewa mendengar apa yang terjadi kemarin hanyalah kesalahan.

Tapi bukan itu baginya. Eun Hyuk bersungguh-sungguh, dia sebenarnya sudah punya perasaan padanya sejak lama. Ia pun menceritakan bagaimana ia dulu sempat ingin mengungkapkan perasaannya tapi Yoo Jung sudah duluan pacaran dengan Ji Wook.

Dia sudah berusaha meredam perasaannya, tapi dia selalu berakhir seperti ini. Jadi, kalau Yoo Jung berfikiran kalau itu cuma kesalahan dan karena pikirannya sedang lemah, dia tidak masalah.

“Tolong sukai aku.” Pinta Eun Hyuk.



Sejujurnya, Yoo Jung masih bingung dengan perasaannya. Dia sungguh menyukai Eun Hyuk, tapi dia tak tahu apakah dia menyukainya sebagai teman atau pria. Apakah tidak apa-apa baginya?

“Itu saja sudah cukup bagiku.”

“Kenapa kemauanmu sangat kecil?”

“Apa yang kau bicarakan? Aku mendapat lebih dari yang layak kudapatkan.” Jelas Eun Hyuk.



Bong Hee punya klien yang memukul suaminya dengan pentungan. Dia kemudian bertemu dengan Ji Wook. Ji Wook berkata kalau Bibi menggunakan pentungan untuk memukul suaminya, pentungan termasuk dalam benda keras berbahaya, dia bisa dijatuhi hukuman 1 sampai 10 tahun penjara.

Bibi gemetar ketakutan, dia akan dipenjara? Bong Hee menenangkannya, dia bisa saja hanya dijatuhi masa percobaan atau malah tidak. Ji Wook bertanya apa alasan Bibi itu melakukan tindakannya?

Alasannya karena perselingkuhan. Ji Wook berkata kalau Bibi itu tidak boleh melakukannya dengan alasan apapun. Bong Hee menjelaskan kalau Bibi sudah memberikan penjelas secara logis. Dan suaminya sudah menandatangani persetujuan, dia tak ingin memperkarakan istrinya. Bukankah itu sudah cukup untuk mendapatkan masa percobaan?



“Bukan aku yang memutuskan, Pengacara Eun.” Ji Wook tersenyum menekankan. “Jadi, kapan perselingkuhan suamimu dimulai?”

“Itu dimulai Juli 1987.”

What? 37 tahun yang lalu? Ji Wook dan Tuan Bang melongo. Bibi mengaku kalau dia syok dan marah dan tanpa sadar memukulnya dengan pentungan yang ada disana. Ji Wook masih melongo.


Bong Hee cukup bisa mengerti perasaan Bibi itu. Ji Wook masih belum paham, kalau memang dia sakit dan trauma karena perselingkuhan suaminya, dia bisa menyelesaikannya dengan bercerai, bukan memukulnya. Bong Hee pikir Bibi itu tidak bisa melakukannya, entah karena anak-anak mereka atau secara finansial.

Terlepas dari alasannya, Ji Wook tetap menganggap ini tidak benar. Bong Hee menekankan kalau dia tidak membenarkan tindakan kliennya, tapi mereka tetap tidak bisa menghilangkan fakta kalau dia menyedihkan. Dia sudah menahannya, tapi kemudian tak bisa dan mengamuk. Ji Wook masih kekeuh, kenapa juga dia mengamuk, harusnya...



Baiklah. Baiklah. Bong Hee malas berdebat, iya. Dia mengerti. Kliennya memang membuat kesalahan dan berbuat buruk. Ji Wook panik melihat Bong Hee agak kesal, tapi maksudnya.. kasus itu bisa berkembang menjadi pembunuhan.

Wah.. Bong Hee rasa Ji Wook langsung membuat kesimpulan dan menjadikan kliennya sebagai pembunuh karena mementung suaminya sekali. Ji Wook menjelaskan kalau dia cuma tak bisa mengerti saja. Tapi, ini semua tak ada hubungannya dengan mereka. Ji Wook meraih tangan Bong Hee. Selain tidak menyimpan luka, mereka tak pernah berkelahi seperti itu.


Apa yang membuatnya terluka? Bong Hee pernah sakit hati saat Ji Wook menghindari morning kiss-nya (saat dia tahu kalau Ayah Bong Hee kemungkinan pembunuh orangtuanya). Dia mengerti perasaannya saat itu, tapi setiap kali memikirkannya membuat dia merasa kecewa.

“Awasi kepalamu. Dendamku mungkin bisa meledak 30 tahun yang akan datang.” Bong Hee ngambek.


Para pria sedang berkumpul bersama. Tuan Byun dan Eun Hyuk bertanya-tanya, ada masalah apa antara Ji Wook dan Bong Hee. Ji Wook juga bingung, dia tahu kalau dia melakukan sesuatu yang salah. Tapi disaat yang sama, ia tak tahu pasti kesalahan apa yang sudah ia perbuat.

Tuan Byun dengan bangga menyuruh mereka bertanya padanya kalau punya masalah dengan wanita. Tak ada yang tinggal bersama wanita lebih lama darinya kan? Cara ampuh saat mereka marah, jadilah budak. Katakan saja ‘maafkan aku’ dan semuanya akan baik-baik saja.



Bok Ja membanting gelasnya dengan marah, dia bertanya kenapa Tuan Byun meminta maaf? Kesalahan apa yang sudah dia perbuat? Tuan Byun masih bersikap sok cool dan kembali mengucapkan maaf. Bok Ja makin kesal, jadi dia tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat?

Tuan Byun makin gugup, semalam kan dia minum dan.. Bok Ja membentaknya, dua sudah menyuruhnya supaya tidak minum. Kemudian kemarahan Bok Ja pun terus berlanjut tanpa henti.


Bong Hee kembali ke apartemen dalam keadaan penuh keringat. Dua temannya heran, kenapa juga malam-malam dia berolahraga? Bong Hee curhat kalau dia sedang marah. Dia bertengkar untuk pertama kalinya dengan Ji Wook. Dia bingung, padahal mereka sudah melewati rintangan yang sulit tapi bertengkar karena masalah kecil.


Itu karena hal biasa juga menakutkan, ujar Ji Hye. Saat orang-orang disekitar menentang hubungan mereka, hubungan mereka akan semakin lengket. Katakan saja semuanya membaik dan orang-orang mulai membiarkan mereka berdua, saat itulah mereka akan putus.


Kenapa? Karena saat tak ada masalah diluar, masalah akan membesar didalam. Mereka akan saling memperhatikan kekurangan masing-masing dan mencari alasan kenapa mereka tidak cocok. Lalu karena itulah mereka akan saling bosan. Itulah yang akan terjadi dalam waktu dekat.


Bong Hee meleparkan bantal ke wajah Ji Hye, dasar! Ji Hye mengklaim kalau perkataannya adalah fakta, dia serius. Dia meledek Bong Hee, itulah yang akan terjadi padanya dalam waktu dekat.


Esok harinya, Bong Hee dan Ji Wook bertemu. Mereka berdua secara spontan melakukan kebiasaan morning kiss mereka. Ji Wook meminta maaf padanya. Bong Hee bertanya balik, kenapa dia minta maaf?

Ji Wook berkedip-kedip bingung, sepertinya ada yang salah. Pokoknya, dia meminta maaf atas segalanya. Ji Wook berlari keluar pintu sebelum berdebat lebih jauh. Bukannya membaik, Bong Hee malah semakin kesel.

Seperti prediksi, hidup damai kita sehari-hari memberi kita hadiah yang disebut konflik internal.” - Bong Hee.



Bong Hee datang ke kantor dengan membawa koper. Ji Wook menyambutnya dengan semangat empat lima, “Bong Hee, Bong Hee. Kau kembali! Kau pasti sangat rindu denganku dan sadar kau mau tinggal denganku. Karena itulah kau kembali, kan?”

Bukan, jawab Bong Hee dengan tampang datar. Dia mau ada interview, semua orang membicarakan ketidakbersalahannya yang sudah dibuktikan. Ia pun mendorong masuk kopernya tanpa memperdulikan Ji Wook.



Bong Hee sudah berganti pakaian. Tanpa pikir panjang, Ji Wook langsung memujinya dan mengatakan dia cantik. Bong Hee tahu kalau Ji Wook bohong, itu baju yang paling tak dia sukai. Bong Hee keluar kamar lagi dengan baju biru, Ji Wook kembali menghujani dia dengan pujian.

Merasa terlalu berlebihan, Bong Hee cemberut dan menyuruhnya jujur. Dia ganti pakaian lagi, baju bergaris-garis yang cantik. Ji Wook sudah berniat memujinya.. tapi karena barusan di komplain, dia mengatakan kalau garis-garis dibajunya agak mengganggu. Bong Hee kecewa. Sejauh ini, ini adalah pakaian kesukaannya. Hahahaha.

Dan menemukan sisi yang tak diketahui datang sebagai kejutan.” – Ji Wook.

Satu tahun kemudian,

Tuan Bang memberikan segunung kasus untuk Ji Wook. Jangan salahkan dirinya, salahkan jaksa utama yang menugaskannya ke semua kasus. Dan salah dirinya sendiri yang selalu menjadi jaksa terburuk setiap tahun.

Ji Wook menjerit frustasi karena pekerjaannya banyanya minta ampun. Dia mengirim sms pada Bong Hee untuk mengabarkan kalau dia tak bisa makan siang dengannya. Bagaimana?


Bong Hee sudah terbiasa menerima sms macam itu. Terserahlah, dia lebih mementingkan pekerjaan. Ia pun juga sibuk dengan pekerjaannya juga. Kesibukan mereka pun itu terus berlanjut..

Dan kami sedikit berkelahi karena masalah yang tidak signifikan.” – Bong Hee.


Ji Wook merutuk marah karena Bong Hee sudah hilang selama 3 hari, dia tak meneleponnya sama sekali. Tuan Bang bertanya apa mereka berkelahi lagi. Ji Wook tak mau menyebutnya perkelahian, karena dirinya adalah korban! Dia tak menyebutkan kesalahannya dan..



Pintu terbuka dan Bong Hee masuk kesana. Kontan Ji Wook melambaikan tangan padanya, sok manis. Bong Hee berkata kalau dia datang kesana untuk makan jjajangmyeon. Ji Wook protes soalnya tempatnya bukan restoran China.

Haruskah dia pergi? Tanya Bong Hee. Tidak, Ji Wook mendudukan Bong Hee dan menelepon restoran pesan antar. Pokoknya dia memesan semua masakan yang terkenal disana. Pacarnya yang ia cintai sedang menemuinya. Bong Hee tersenyum manis memperhatikan Ji Wook.. yang agak kesal.

Tapi kehidupan sehari-hari kami yang damai tetap berjalan seolah tak ada yang terjadi.” – Ji Wook.



Yoo Jung terus menatap Eun Hyuk dengan kesal. Eun Hyuk bertanya, apa ada masalah? Yoo Jung mengelak. Eun Hyuk pun tak terlalu memusingkan dan kembali makan. Yoo Jung menuntut penjelasan kenapa Eun Hyuk tidak menghubunginya? Dia semalam mabuk kan?


Eun Hyuk mengiyakan, perusahaan tempatnya menjadi penasihat mengadakan acara makan. Dia tidak terlalu mabuk kok. Acara berakhir sangat larut, dia pikir Yoo Jung sudah tidur. Yoo Jung masih cemberut. Eun Hyuk menggodanya, “tadi aku melihatmu tersenyum.”

Yoo Jung langsung tersenyum. (Ini baru yang namanya handal, wkwkwkw)


Ji Hye yang duduk disebelah mereka menyuruh berhenti. Agak cemburu sih, tapi yah lebih mending daripada mereka ketawa keras-keras.


Malamnya, Ji Hye sibuk minum sendirian dan Bong Hee sibuk sms-an dengan Ji Wook. Dia bertanya apakah Bong Hee masih klepek-klepek dan jatuh cinta pada Jaksa Noh? Bong Hee mengernyir, dia ngomong apaan sih? Mabuk yah?

“Tidak, kan? Ini memang gila, aku masih klepek-klepek dan jatuh cinta kepadanya.”

Bong Hee masih sibuk sms-an, “Terkadang, aku masih jatuh cinta kepadanya.”

“Dia sangat menjengkelkan.” Rutuk Ji Hye.



Disebuah persidangan, Ji Wook dan Bong Hee harus berhadapan. Bong Hee menatap Ji Wook dengan tatapan penuh persaingan. Kasus kali ini adalah kasus pria yang melucuti pakaian didepan umum. Bong Hee membela kliennya, tidak ada rekaman yang membuktikan kesalahan kliennya kecuali kesaksian itu.

Ji Wook menembahkan kalau terdakwa pernah ditangkap karena kesalahan yang sama. Dan saksi mengatakan hal yang sama persis, urutannya melucuti pakaiannya sama dengan kasus terdahulunya. Bong Hee memberikan pembelaan, dan kliennya akan lebih disiplin dalam menjalankan terapi.


Klien Bong Hee tersenyum m*sum kemudian perlahan mulai melepas kancing bajunya. Kontan semua orang ngeri, Bong Hee sigap menahan tangannya supaya tak lanjut melepaskan pakaiannya.


Seusai sidang, Ji Wook menyarankan supaya Bong Hee tak menerima klien semacam itu. sudah jelas-jelas kalau dia memang m*sum. Bong Hee beralasan kalau dirinya hanya bisa bertahan dengan itu, dia tak bisa pilih-pilih klien. Lagipula, yang menerima kasus ini adalah Ayahnya Ji Wook.

Aish.. rutuk Ji Wook. Bong Hee komplain soalnya Ji Wook hari ini melawannya dengan begitu keras, apa dia takut kalah? Ji Wook tak terima, Bong Hee yang melawannya dengan lebih keras lagi. Bong Hee kesal, kalau begitu putus saja.


Ji Wook menahannya, dia selalu saja minta putus sehabis sidang. Bong Hee protes, dia membesar-besarkannya. Ji Wook bertanya, dia mau makan apa? Ehehe.. lagi panas-panasnya berantem, Bong Hee langsung luluh.

“Kuharap, hari-hari kami yang normal dan biasa akan terus berlanjut.” – Bong Hee & Ji Wook.


Di kantor, Eun Hyuk memimpin jalannya rapat. Mereka membuka lowongan kerja dan banyak pemohon yang masuk. Bong Hee angkat tangan, dia mau ambil bagian untuk tahap pertamanya. Tuan Byun melarang. Eun Hyuk ingat kalau sebelumnya Bong Hee berniat mengambil yang tampan dan muda.

Kontan Ji Wook mendelik padanya. Bong Hee nyengir kuda, itu kan cuma bercanda. Untuk tahap keduanya, Yoo Jung angkat tangan mengajukan diri. Eun Hyuk melarang, lagipula kenapa orang yang bukan dari firmanya ada disana?

Ji Wook membela Yoo Jung, ini kan rumahnya. Eun Hyuk menegaskan kalau ini adalah kantor. Tuan Byun juga tersinggung, dia mau bayar sewanya. Baiklah, Ji Wook akan menaikkan harganya.



Daripada ribut, Eun Hyuk memutuskan agar Bong Hee yang mengevaluasi pelamar kerja. Bong Hee menerima tugas itu, kemudian mereka juga punya tawaran menjadi penasehat di sebuah acara radio.. Sontak Tuan Byun bangga, mengenang dirinya yang melamar istrinya melalui siaran radio.

Semua orang mulai bosan. Dua pasangan pun ngeloyor keluar untuk makan. Tuan Bang sedih, ia merasa kesepian. Tuan Byun kesal lalu bertanya pada Tuan Bang, kenapa dia tidak ikut?

“Haruskah aku pergi juga?”

“Kau disini saja.” Sedih Tuan Byun.


Bong Hee dan Ji Wook berjalan dijalanan sepi. Ji Wook terus memandangi Bong Hee dan mengatakan kalau dia mencintainya. Bong Hee tersenyum, dia juga mencintainya. Ji Wook meraih tangannya kemudian menyelipkan cincin dijari manisnya, dia berjanji akan mencintainya seumur hidup.


“Kau melamarku?”

Ji Wook mengangguk, “Ya.”


Bong Hee bertanya dimana nyanyian untuknya. Ji Wook gugup menerima permintaan mendadak itu. Bong Hee mengecup bibir Ji Wook, tanpa nyanyian pun dia akan menjawab ‘ya’. Dia juga akan mencintainya seumur hidup.

Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan, senyum terus mereka dibibir mereka. Ji Wook pun mulai bernyanyi untuknya. (Ji Chang Wook "101 Reasons Why I Like You”)

“Aku sangat bahagia karena aku bertemu denganmu. Kau, cintaku.” – Ji Wook & Bong Hee.
---OOO---

Huwaaaaa.... selesai juga yereobun~~ Yeorobun~~

Hahaha.. Seneng aja setelah ngerampungin drama ini. Yah meskipun banyak yang bolong dari aku, tapi ada mba imma yang selalu setia menggantikan. Minggu depan gantinya Reunited World-nya Yeo Jin Goo.

Namanya romcom emang paling utama kemistri antara pemain utamanya, dan Ji Wook sama Bong Hee ini.. cocok banget. Meskipun drama ini ratingnya masih dibawah Ruler, tapi kalo di naver sih cuplikannya malah lebih banyak yang trending. Dari aku sendiri, emang lebih menikmati drama ini. mungkin karena aku emang ga terlalu jatuh hati sama drama yang terlalu banyak intrik-nya yah. Jadi ini cocok banget..


Apayah.. aku ga bisa komen banyak, soalnya ditengah, ada beberapa episode yang ketinggalan. Mian.. kemarin aku sibuk sama 101 jadinya gitu. Untungnya, galau ku ga kepanjangan dan bisa lanjut juga.

Akhir kata, sampai jumpa di sinopsis berikutnya. Kira-kira drama apa yah?

Postingan terkait:

9 Tanggapan untuk "SINOPSIS Suspicious Partner Episode 40 (End)"

  1. Emang senyum ji wook bikin meleleh,makasih ka sinopsisnya.😄😄

    BalasHapus
  2. Mm bikin baper bngt ep 39-40,, srg senyum2 gg jls ,, btw maaf eonni klien bong hee yg mukul suaminya itu berselingkuh selama 30 th bukan 37 th,, aku tunggu sinopsis lainnya fighting eonni

    BalasHapus
  3. Mksh banyak untuk sinopsisnya...selesai sampai akhir

    BalasHapus
  4. Wahh panjang banget sinopsisnya.
    Makasih banyak sudah mengikhtisarkannya dengan baik.

    Puasss....

    BalasHapus
  5. Makasih ka sinopsis'y ditunggu next drama

    BalasHapus
  6. tengkiuuuj reviewnya. berasa nonton dramanya beneran

    BalasHapus
  7. Makasih ya mb drama nya so sweet kedua setelah secret garden...jadi pengin punya dvdnya

    BalasHapus
  8. kamsahamnidaa eonie...aaah akhirnya slesei panjang bgt 40 episode nulisnya..setuju..meski ceritanya gk terlalun penuh intrik tp chemistry ji wook sm bong hee dpt bgt,senyum2 sndr jdnya

    BalasHapus
  9. gomawo unnie 😊 di tunggu ya sinopsis selanjutnya 😄😄

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan. Dilarang copas ya kawan! Happy Reading ^_^